Senin, 17 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Klaten

Gedung Ganesha Dikelola BUMDes

05 Oktober 2018, 18: 10: 59 WIB | editor : Perdana

MEMPRIHATINKAN: Kondisi Gedung Ganesha di Desa Sukorejo, Kecamatan Wedi yang akan direhab.

MEMPRIHATINKAN: Kondisi Gedung Ganesha di Desa Sukorejo, Kecamatan Wedi yang akan direhab. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

KLATEN – Desa Sukorejo, Kecamatan Wedi memiliki bangunan bersejarah, yakni Gedung Ganesha. Konon gedung itu merupakan persembahan kepada masyarakat sekitar dari eks Tentara Pelajar Kesatuan Brigade 17. Atas dedikasi warga dalam upaya membantu mengusir penjajah Belanda.

Kepala Desa Sukorejo, Suryono mengatakan, gedung ini dibangun pada era 80-an. Menempati lahan seluas 4.000 meter persegi. Gedung itu diresmikan Menteri Pemuda dan Olahraga terdahulu, Hayono Isman pada 1993.

”Selama ini hanya digunakan untuk olahraga bulu tangkis. Dulu pernah jadi gedung serbaguna paling megah di Wedi. Seringkali untuk menggelar resepsi pernikahan,” jelas Suryono kepada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (4/10).

Sayangnya kondisinya kini memprihatinkan. Cenderung kurang terawat. Secara bertahap pemerintah desa berniat melakukan rehab. Suryono menyebutkan butuh anggaran sebesar Rp 1 miliar.

Suryono menjelaskan, anggaran diambil dari dana desa. Perbaikan pertama menyasar plafon yang sudah jebol. Termasuk mengganti atap gedung. Diubah dengan bahan galvalum agar tidak mudah bocor. Selanjutnya, akan dianggarkan untuk pembenahan rehab fasilitas penunjang seperti keberadaan kamar mandi.

”Bagian luar akan dibangun dinding setinggi 75 cm dan selebihnya dari kaca dan aluminium. Memang kalau direhab membutuhkan anggaran yang cukup besar dan waktu lama. Apalagi anggaran dana desa baru boleh digunakan untuk merehab tahun ini,” urainya.

Pengelolaan Gedung Ganesha akan diserahkan BUMDes setempat. Tidak sekadar menyewakan gedung saja, tetapi juga fasilitas lainnya. Mulai dari dekorasi, kursi, meja, hingga kipas angin untuk acara pernikahan. ”Rehab yang dilakukan pemerintah desa ini agar gedung lebih bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Suryono.

Supoyo, 77, warga sekitar mengaku perhatin dengan keberadaan gedung bersejarah ini. Dirinya berharap ada dukungan dari pemerintah kecamatan maupun desa untuk merehab total. ”Semoga segera direhab karena ada monumennya juga. Biar masyarakat jadi tahu sejarahnya. Di sisi lain dengan direhab, pemanfaatan gedung lebih optimal,” bebernya. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia