Jumat, 19 Oct 2018
radarsolo
icon featured
Jateng

Pemprov Jateng Bangun Pasar Induk Beras

Jumat, 05 Oct 2018 20:55 | editor : Perdana

ilustrasi

ilustrasi

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan pembangunan Pasar Induk Beras (PIB) di Jateng. PIB yang akan dibangun tahun depan rencananya akan berlokasi di Gudang Beras Bulog Tambakaji, Ngaliyan, Semarang.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, pembangunan pasar ini akan memangkas rantai distibusi, sehingga harga maupun stok beras dapat dikendalikan. ”Pasar induk dapat mengendalikan harga, sehingga inflasi bahan pangan lebih mudah untuk dikendalikan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Selama ini, dikatakan, sedikitnya ada delapan perantara yang mana dalam setiap perantara selalu ada keuntungan yang diambil dan membuat harga akhir menjadi tinggi. Dengan pemangkasan ini, tentu akan membawa keuntungan lebih pada petani karena perantara yang semakin sedikit. 

PIB, lanjutnya, juga bisa digunakan untuk memantau pasokan beras. mulai kualitas, jenis, harga dan sebagainya. Kontrol ini menjadi penting agar bibit masalah seperti fluktuasi harga, dan kelangkaan beras dapat segera diketahui sejak dini.

Dikatakan, PIB akan diisi oleh orang yang berjualan beras dari seluruh Jateng. Mereka bisa petani langsung secara perorangan, kelompok tani maupun koperasi. ”Jadi ini momentum petani. Kalau petani punya kekuatan, punya koperasi, poktan (kelompok tani) yang bisa agresif begitu, maka harganya bisa lebih kuat,” katanya.

PIB yang akan dibangun berlokasi di Gudang Beras Bulog Tambakaji Semarang. Lokasi itu memiliki enam unit gudang dengan luas tanah sekitar 3 hektare. Selain itu, gudang ini memiliki parkir luas, akses jalan Pantura yang lebar, dan dekat dengan Pelabuhan Kendal. Juga dengan Bandara Ahmad Yani serta jalan tol.

Rencananya, PIB didesain tak hanya berupa deretan kios-kios. Tapi juga dilengkapi sarana-prasarana penunjang. Seperti gudang, jembatan timbang, balai lelang, mesin packing dan sarana pendukung lainnya.

”Kemarin dari Bulog sudah datang, mereka merencanakan feasibility study dua bulan, langsung akan ditindaklanjuti, maka saya minta FS-nya dulu. Efektivitasnya mungkin awal tahun depan,” kata Ganjar.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, M. Arif Sambodo, menyampaikan,  pihaknya telah rapat di Kementerian Perdagangan terkait persiapan pembangunan PIB. ”Jadi anggaran dari pusat, penyediaan lahan dan pengelolaan pasarnya dilakukan bersama kita dengan Bulog,” ujarnya.

Divisi Pengembangan Bisnis dan Industri Hulu Bulog, Djoni Nur Ashari, mengatakan, selain Jateng, Bulog juga memiliki rencana pembangunan PIB di daerah lain, seperti Jawa Timur, Jawa Barat, NTB, Lampung dan Sumatera Selatan. Saat ini pilot project sedang dikerjakan di Pare-Pare Sulawesi Selatan di mana progres fisik mencapai 50 persen. 

Pemilihan Jateng sebagai salah satu daerah yang dibangun PIB, lanjut Djoni, karena provinsi ini merupakan daerah dengan produksi komoditas padi yang besar. Selain itu, kualitas hasil giling di Jateng juga sangat bagus.

”Jateng saat ini juga menjadi pemasok gabah/beras ke sebagian wilayah di Indonesia. Jateng memiliki sarana pascapanen yang memadai di sejumlah kabupaten dan memiliki pelabuhan di Kota Semarang,” tandasnya. (sga/aro/JPG/fer)

(rs/jpg/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia