Senin, 17 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Lifestyle

Kate Bike, Si Mini Aktif Beraksi

06 Oktober 2018, 08: 30: 59 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Kate Bike, Si Mini Aktif Beraksi

OTAK kreatif harga mati. Buat terus hidup dan menginspirasi, inovasi menjadi kunci. Hal itu dipahami betul oleh para pegiat BMX di Kota Kembang, Bandung. Kalau kamu biasa menemukan sepeda BMX pada umumnya, para pemuda Bandung berinovasi membuat mini BMX. Penasaran? Yuk, kenalan dengan para pembuatnya!

Niat untuk Daur Ulang

As we know, model BMX yang gitu-gitu aja terasa menjenuhkan. Nah, komunitas ini mencoba untuk berinovasi. Uniknya, niat tersebut berawal dari ban troli yang udah nggak terpakai. Lucky 347 beserta komunitas BDGBMX mendapat inspirasi untuk mengubah tampilan sepeda BMX. ”Awalnya, Om Lucky punya ban troli nggak dipakai, terus minta dibikinin sepeda BMX ukuran kecil, tapi bannya gendut. Mini BMX ini awalnya dibuat sebagai hadiah untuk anaknya”, ujar Very, salah seorang pentolan BDGBMX.

Hanya Dibuat Selama 1 Tahun

Pengerjaan BMX mini yang diberi nama Kate (dibaca: kate) Bike ini dimulai sejak awal 2010. Kate Bike rampung tepat setahun setelahnya. Meskipun diselesaikan dalam waktu singkat, Kate Bike udah melalui beragam uji coba. ”Ternyata setelah selesai, responsnya baik dan banyak orang yang memuji. Akhirnya Kate Bike pun disepakati untuk diproduksi masal dengan beragam perbaikan agar cocok untuk dipakai melakukan trik BMX dan juga freestyle,” lanjut Very.

Inspirasi dari Ayam

Nama Kate Bike terinspirasi dari sosok ayam kate yang kecil, gempal, tapi tangguh. ”Selain itu, namanya Kate Bike biar terdengar familier, terutama buat orang Sunda,” tambah Very. Bukan hanya itu, Kate Bike buatan asli Bandung tersebut nyatanya menarik perhatian builder asal Inggris, Rocker. Alhasil, kerja sama antara keduanya berhasil mengantarkan BMX mini itu hingga ke Negeri Ratu Elizabeth.

Kurang Apresiasi Masyarakat Indonesia

Namun, meski udah terbang hingga ke Eropa, Very mengakui, Kate Bike kurang diminati di dalam negeri. ”Orang di sini kalau lihat saya main ya udah gitu kayak cuma ’Oh sepedanya kecil’, beda sama antusias orang luar negeri. Makanya, wajar kalau namanya lebih dikenal Rocker BMX daripada Kate Bike walaupun produksi mereka itu juga sebenarnya lisensi dari kami,” jelas Very.

Cukup Susah Dibuat

Karena multifungsi, Kate Bike memiliki tingkat kesulitan yang jauh lebih besar dibanding BMX biasa loh. Very yang juga seorang rider pun mengakuinya. ”Biasanya lima kali coba ngetrik, empat berhasil. Tapi, kalau Kate Bike dari lima kali percobaan, paling satu aja yang berhasil,” katanya, lalu tertawa. Well, semoga lebih banyak lagi anak bangsa yang berkarya dan tentunya lebih dapat diapresiasi ya! (fik/c25/raf)

(rs/fer/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia