Kamis, 18 Oct 2018
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Bandara Adi Soemarmo Ditunjuk Sebagai Salah Satu Apron IMF World Bank

Sabtu, 06 Oct 2018 15:10 | editor : Perdana

KAPASITAS LUAS: Pesawat parkir di apron Bandara Adi Soemarmo Solo.

KAPASITAS LUAS: Pesawat parkir di apron Bandara Adi Soemarmo Solo. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

SOLO – IMF World Bank 2018 memang dihelat di Bali, 8-14 Oktober. Namun, Bandara Adi Soemarmo ditunjuk sebagai salah satu alternatif apron pesawat delegasi pertemuan tahunan tersebut. Bersama empat bandara lainnya yang ditunjuk PT Angkasa Pura I.

Airport Operation and Services Departement Head PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo, Iwan Novi menjelaskan, ada lima bandara yang disiapkan untuk alternatif. Mengingat event ini melibatkan 17 ribu orang dari 189 negara. Pastinya Bandara I Gusti Ngurah Rai tidak akan mampu menampung semua pesawat.

”Selain Solo ada Bandara Internasional Abdul Zainuddin Abdul Madjid Lombok, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, dan Bandara El Tair Kupang,” terang Iwan kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (4/10).

Bandara Adi Soemarmo dipilih karena memiliki fasilitas memadai. Panjang runway 2.600 meter dan lebar 45 meter. Dinilai mampu menampung pesawat ukurasn besar. Apalagi bandara ini juga memiliki dua buah taxiway. Plus juga telah melakukan perluasan apron. Dari semula 10 parking stand, kini bertambah jadi 15.

”Kami siap mendukung kegiatan tahunan IMF World Bank 2018. Dengan fasilitas yang ada, kami siap menerima pelimpahan pesawat yang digunakan para delegasi. Saat ini yang tercatat ada 4 pesawat dengan tipe wide body,” ujarnya.

Sementara dari rilis Direktur Utara Angkasa Pura I, Faik Fahmi menuturkan, telah menunjuk lima bandar sebagai bandara alternatif. Mengantisipasi keterbatasan kapasitas Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

”Meskipun kami telah melakukan pengembangan fasilitas bandara khusus untuk menyambut pertemuan pertemuan tahunan IMF-World Bank 2018 ini. Semua ini kami lakukan agar perpindahan moda transportasi pada saat kedatangan dan kepulangan tamu negara berjalan lancar dan nyaman,” tandasnya.

Antisipasi ini dilakukan jika pergerakan pesawat melebihi kapasitas apron Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Angkasa Pura I menyiapkan program perluasan bandara-bandara alternatif untuk menambah kapasitas parkir pesawat.

”Seluruh fasilitas di bandara-bandara alternatif tersebut telah melalui proses verifikasi siap operasi dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. Diharapkan dapat mendukung kesuksesan penyelenggaraan event akbar pertemuan tahunan IMF-World Bank 2018,” urai Fahmi. (vit/fer)

(rs/vit/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia