Jumat, 19 Oct 2018
radarsolo
icon featured
Klaten

Assesmen, Kepala BPBD Klaten Terbang ke Lombok

Sabtu, 06 Oct 2018 16:55 | editor : Perdana

Assesmen, Kepala BPBD Klaten Terbang ke Lombok

KLATEN – Penggalangan donasi korban gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten tembus lebih dari Rp 2 miliar. Hasil sumbangan dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) hingga organisasi masyarakat (Ormas) di Klaten.

Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten, Jaka Sawaldi mengatakan, pihaknya telah memerintahkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Bambang Giyanto dan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Klaten Ronny Roekminto terbang ke Lombok.

”Assesmen sangat diperlukan untuk mengetahui apa yang menjadi kebutuhan para korban gempa di sana. Terlebih lagi diperlukan persetujuan bagi pemerintah daerah terkait bantuan yang akan diwujudkan. Akhir bulan ini seluruh proses penyaluran bantuan dapat terselesaikan,” jelas Jaka kepada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (4/10).

Donasi yang terkumpul ingin diwujudkan lewat bantuan 40 unit rumah. ”Kalau bantuan sarana dan prasarana pastinya sudah dipikirkan oleh pemerintah pusat. Tapi kalau untuk pembangunan rumah alokasinya belum bisa mencangkup seluruhnya. Maka itu ingin kami wujudkan bantuan dalam bentuk rumah,” urai Jaka.

Ronny Roekminto menambahkan, assesmen ke Lombok Utara, tepatnya di Desa Pendua, Kecamatan Kayangan digambarkannya sebagai daerah terpencil yang perlu mendapatkan bantuan. ”Di sana sudah ada plafon untuk bantuan satu rumah Rp 50 juta. Selain diwujudkan rumah, juga digunakan untuk Polindes. Kami sedang proses untuk mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari kepala desa, camat, dan sekda setempat,” terangnya.

Kawasan Pendua terdampak parah setelah gempa bumi. Selama perjalanan dari pusat kota ke desa tersebut, masih dijumpai reruntuhan rumah. Terlebih lagi bantuan yang masuk masih jarang.

”Seluruh donasi yang terkumpul kami serahkan ke Lombok. Kalau untuk Palu dan Donggala, mungkin baru kami mulai minggu depan. Hanya caranya saja yang akan kami ganti untuk pengumpulan donasinya,” papar Ronny. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia