Sabtu, 20 Oct 2018
radarsolo
icon featured
Features

Inilah Mesin Cuci Portable Inovasi Posyantek Serengan 

Minggu, 07 Oct 2018 07:10 | editor : Perdana

SIMPEL: Mesin cuci yang memanfaatkan kayuhan sepeda sebagai motor penggeraknya.

SIMPEL: Mesin cuci yang memanfaatkan kayuhan sepeda sebagai motor penggeraknya. (NOVITA RAHMAWATI/RADAR SOLO)

Pos pelayanan teknologi (Posyantek) Serengan mempunyai inovasi baru untuk membuat mesin cuci tanpa listrik. Mesin ini digerakkan dengan kayuhan sepeda. Seperti apa? 

NOVITA RAHMAWATI, Solo

Aktivitas perbengkelan terlihat di sebuah bangunan di Jalan Kedempel 24 Danukusuman, Serengan. Di salah satu sudut bangunan terdapat sepeda disandarkan dekat akses masuk ruangan.

Pada sisi kanan dan kiri sepeda tersebut terpasang dua tong plasik. Ada pula tulisan layanan laundry keliling. Ya, itulah inovasi Posyantek Serengan, yakni menjadikan sepeda sebagai mesin cuci.

Untuk mengoperasikan mesin cuci portable tersebut sangat mudah. Yakni, setelah dipasang penyangga besi di bagian roda belakang, warga tinggal mengayuhnya. Dua tabung yang masing-masing berfungsi sebagai washer dan dryer akan berputar ketika sepeda dikayuh. 

"Banyak warga yang tidak mampu membeli mesin cuci. Selain harganya cukup mahal, penempatan mesin cuci memakan tempat. Bahkan untuk rumah yang hanya memiliki voltase rendah akan kesulitan,” jelas anggota Posyantek Serengan Aris Joko Saraswo.

Hal tersebut menginspirasi Aris bersama rekan-rekannya di posyantek merancang mesin cuci portable. Meskipun terlihat sederhana, tapi dalam proses pembuatannya butuh waktu tidak sebentar. Ada tahapan trial and error yang membuat mesin cuci ini tersebut harus bongkar pasang selama enam bulan.

"Kami sudah buat sepuluh unit sepeda mesin cuci. Kami sadar pasti ada trial and error, sehingga tidak mungkin kami hanya buat satu sepeda saja. Kami menghitung ada 12 kali kegagalan selama pembuatannya," beber Aris.

Proses perakitan mesin cuci portable, lanjutnya, mengikuti sejumlah langkah hasil pencarian di internet. Sedangkan materialnya mayoritas merupakan barang bekas. Mulai dari sepeda, kedua tabung, besi kerangka serta gear. Karena itu, biaya pembuatannya cukup murah, hanya sekitar Rp 1 juta.

Sudah cukup banyak warga Serengan yang telah merasakan manfaat dari mesin cuci portable tersebut. Sekali mencuci, warga dapat membilas dan mengeringkan sebanyak sepuluh potong baju.

"Bisa saja mencuci lebih banyak baju. Tergantung ukuran gear yang dipasang. Semakin besar gear-nya, semakin banyak baju yang tertampung," jelasnya.

Hasil kreasi posyantek di bawah naungan Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Bapermas P3AKB) ini akan dikompetisikan pada event teknologi tepat guna yang digelar Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). 

“Selain mesin cuci sepeda, kami buat beberapa alat lain. Seperti mesin pemotong daun bawang untuk, ada pula forklift yang skalanya kecil dan sebagainya. Yang pasti kami ingin membantu memudahkan aktivitas masyarakat," kata dia. (*/wa)

(rs/vit/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia