Senin, 17 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Boyolali

Curiga Ada Tanda Kekerasan, Makam Ibu Muda di Boyolali Dibongkar

07 Oktober 2018, 19: 59: 04 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Makam almarhum Novi Septiani di Makam Kyai Sundigong, Desa Kebongulo, Kecamatan Musuk, Boyolali dibongkar, Minggu pagi (7/10).

Makam almarhum Novi Septiani di Makam Kyai Sundigong, Desa Kebongulo, Kecamatan Musuk, Boyolali dibongkar, Minggu pagi (7/10). (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

BOYOLALI – Kematian Novi Septiani, 22, sepekan lalu memunculkan kasuk-kusuk warga Desa Kebongulo, Kecamatan Musuk. Warga menduga ada kejanggalan atas kematian ibu muda ini. Untuk menjawab keresahan warga ini, Polres Boyolali dengan persetujuan keluarga akhirnya memutuskan membongkar makam Novi untuk melakukan otopsi.

Pembongkaran makam dilakukan polres bersama Tim DVI Polda Jateng pukul 08.40 WIB. Setelah seluruh keluarga ibu muda itu datang di makam, yang telah ditutup rapat-rapat dengan tenda dan kain, polisi langsung meminta penggali kubur untuk membongkar makam Novi.

Puluhan aparat dari berbagai kesatuan di Polres Boyolali berjaga-jaga di sekitar lokasi. Mulai di dalam area pemakaman hingga di jalan-jalan sekitar makam Kyai Sundigong, Desa Kebongulo, Kecamatan Musuk, Boyolali.

Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andhi bersama beberapa perwira tinggi Polres Boyolali menunggui proses pembongkaran makam. Hal ini untuk memastikan proses penyelidikan terhadap kejanggalan atas meninggalnya salah seorang warga ini berjalan dengan lancar.

Apalagi, polisi telah mengantongi bukti lain, yakni keterangan warga yang memandikan jenazah korban dan beberapa warga lain.

“Hasil Forensik Tim DVI Polda Jateng inilah yang tak bisa terbantahkan mengenai penyebab kematian korban,” ujar Aries kepada Jawa Pos Radar Solo.

Menurut Aries, kematian Novi pada Senin dini hari (1/10) pekan lalu ini sangat mengejutkan warga. Korban yang semula kondisinya sehat, tiba-tiba meninggal dunia. Terlebih, beberapa warga yang memandikan jenazah Novi melihat ada tanda-tanda bekas kekerasan pada tubuhnya.

Mendengar adanya indikasi kejanggalan itu, polisi tak bisa tinggal diam. Polisi turun tangan melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan informasi terkait kematian korban.

Aries menyebut, sejauh ini, pihaknya telah menginterogasi beberapa orang tetangga, orang tua korban, perangkat desa dan suami korban yang berinisial H.

“Beberapa orang tetangga yang tahu keseharian Novi telah kami kami mintai keterangan juga,” ujar Aries.

Namun, hal itu belum menunjukkan bahwa kematian korban akibat perbuatan pidana.  Hingga akhirnya, otopsi pada tubuh korban yang sudah dimakamkan harus dilakukan. Karena saat itu jenazah memang tidak diperiksa atau dibawa ke rumah sakit atau dilaporkan ke polisi.

Jenazah Novi langsung dimakamkan setelah keluarga menerima kematian korban dan menganggap hal itu sebagai musibah. “(Pembongkaran ini) biar tidak ada pertanyaan dam masalah di kemudian hari,” jelas Aries.

Kasatreskrim Polres Boyolali AKP Willy Budiyanto menambahkan telah melakukan pendalaman atas keterangan warga. Pihaknya mengaku menemukan kejanggalan atas kematian Novi tersebut.

“Kami menduga, ada tindak pidana dalam kematian korban. Tapi apa dan bagaimana masih kami selidiki,” imbuhnya. (wid/fer/bun)

(rs/wid/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia