Minggu, 16 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Sepak Bola

Klub Asal Balikpapan Jawara Liga Santri 2018

08 Oktober 2018, 15: 30: 49 WIB | editor : Perdana

KETAT: Pertandingan Ponpes Nurul Khairat Al Muhibbin (hijau) melepaskan hadangan pemain Ponpes Nurul Fajri di Stadion Sriwedari, kemarin.

KETAT: Pertandingan Ponpes Nurul Khairat Al Muhibbin (hijau) melepaskan hadangan pemain Ponpes Nurul Fajri di Stadion Sriwedari, kemarin. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO – Tim sepakbola Ponpes Nurul Khairat Al Muhibbin asal Balikpapan yang jadi wakil Kalimantan 1 berhasil menjadi juara Liga Santri Nusantara (LSN) babak nasional musim ini. Tim ini sukses mengalahkan Ponpes Nurul Fajri asal Majalengka, yang jadi wakil Jawa Barat 1 di partai final di Stadion Sriwedari, kemarin (7/10).

Dalam partai puncak yang dihadiri ribuan santri, banser Ansor dan pecinta sepakbola di Kota Solo lainnya, tim Kalimantan 1 berhasil menang penguasaan bola sejak awal laga.

Dua gol Kalimantan 1 di laga ini diciptakan oleh Sudandi di menit ke-35, dan Rizky R di menit ke-55. Tim lawan hanya bisa memperkecil kedudukan lewat gol Tri Sukma di menit ke-63.

hingga pluit berbunyi, skor 2-1 untuk Ponpes Nurul Khairat Al Muhibbin tak berubah, yang mengukuhkan santri asal Kalimantan di lapangan hijau memang cukup potensial  

”Ini berhak dari Allah SWT. Latihan panjangpun kalau bermain di final seperti ini dengansuporter yang ramai melihat, jelas hanya mental yang bicara. Anak-anak luar biasa walaupun dikekang, mereka bisa keluar dan bisa maksimalkan setiap peluang hingga akhirnya berbuah gol,” terang Pelatih Ponpes Nurul Khairat Al Muhibbin, Hagi Permana kepada Jawa Pos Radar Solo usai laga, kemarin

Pemain yang musim lalu masih bermain di klub Liga 2 Persip Pekalongan tersebut mengakui dari sisi persiapan memang cukup minim awalnya. Ditinya mengakui tim ini hanya benar-benar fokus di bentuk tiga pekan sebelum babak regional digelar.

Dirinya mengakui awalnya tim ini dibentuk oleh sang ayah, Sukardi Kardok, yang tak lain adalah pelatih Mitra Kukar. Karena padatnya agenda Liga 1 akhirnya dirinya mendapat amanat dari sang ayah untuk membangun tim ini.

“Ini jadi pengalaman pertama saya, dan allhamdulillah sekali bisa langsung meraih juara. Padahal di babak regional sempat terkendala dana. Tapi dengan semnagat tinggi anak-anak, ternyata kita bisa melalui setiap laga dengan mulus,” terangnya.

sementara itu walau kalah, striker Ponpes Nurul Fajri, Bangkit Mustaqim berhasil menyabet predikat sebagai top skor LSN 2018 dengan dulangan 11 gol.

“Semoga label top skor ini bisa membawa saya dilirik masuk Timnas. Kemarin sempat gagal lolos seleksi Timnas U-16 yang ikut kejuaraan di Malaysia,” terang Bangkit. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia