Sabtu, 17 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Budaya Tiga Etnis Berbaur dalam Kirab Budaya

Senin, 08 Oct 2018 15:44 | editor : Perdana

HARMONI: Tiga etnis di Kelurahan Jayengan, Serengan, Solo kompak menggelar kirab budaya di Jalan Gatot Subroto.

HARMONI: Tiga etnis di Kelurahan Jayengan, Serengan, Solo kompak menggelar kirab budaya di Jalan Gatot Subroto. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO - Jalan Gatot Subroto di wilayah Kelurahan Jayengan, Kota Solo kemarin pagi dipadati ratusan warga. Ada beragam atribut budaya, mulai dari adat Jawa, Banjar, dan Tionghoa. Semua bersatu dalam kirab budaya yang menjadi tradisi tahunan di Kota Solo.  

Keragaman budaya memang menjadi salah satu potensi Kelurahan Jayengan. Mengingat di kelurahan ini dihuni masyarakat dari  berbagai keturunan, mulai dari warga asli Jawa, Tionghoa hingga Banjar, Kalimantan Selatan. Mereka hidup rukun dan berdampingan selama ratusan tahun. Karena itu, kelurahan ini dikenal dengan sebutan Jarwana. Kepanjangan dari Banjar, Jawa, Cina.

Dengan kekuatan keberagaman ras, dan budaya itulah yang menjadikan kirab budaya di Kelurahan Jayengan sedikit berbeda daripada kelurahan lain. Dalam kirab ini, warga dari tiga keturunan tersebut tampil dengan memamerkan masing-masing budayanya, di mana hingga sampai saat ini masih dilestarikan. 

Seperti warga keturunan Banjar yang dalam kirab tersebut tampil dengan mengenakan busana tradisional mereka, dan juga memamerkan tradisi pernikahan serta musik khas Banjar. Sedangkan warga keturunan Jawa, juga tampil dengan busana tradisional Jawa dan mengusung tokoh wayang seperti Anoman, Butho Cakil.  Lalu warga keturunan Tionghoa tampil dengan membawa tokoh-tokoh dalam cerita Sun Go Kong dan membawa sejumlah tandu yang mengusung dewa-dewi yang ada di dalam Kelenteng Poo An Kiong.  

Ketua Panitia Krisno Jatmiko mengatakan, even ini baru dua tahun terakhir ini digelar. Menurutnya lewat even budaya tersebut, Kelurahan Jayengan ingin menunjukkan sila ke III yakni Persatuan Indonesia. Event ini digelar agar masyarakat luas memahami bahwa meski berbeda-beda, hidup berdampingan itu penting adanya. 

“Di Kelurahan Jayengan merupakan satu tempat di mana ada tiga etnis membaur dan tidak pernah ada konflik sejak 1960,” ujar dia.

Kirab budaya ini diikuti 1.200 peserta dari 36 kelompok tampilan. Selain itu juga ada pesta jajanan dari etnis Banjar, Jawa dan Tionghoa dengan total 1.500 porsi. 

Wali Kota Surakarta F.X Hadi Rudiyatmo yang hadir dalam kirab tersebut mengapresiasi upaya warga memunculkan potensi daerahnya masing-masing. Meski secara destinasi wisata tidak memiliki, namun bisa digantikan dengan mengembangkan wisata kebudayaan di masing-masing kelurahan. 

“Kalau ada kelurahan yang akan melangsungkan kirab, pemkot siap menggelontorkan dana minimal Rp 100 juta. Tapi syaratnya harus dikemas sebaik mungkin agar menarik,” ujarnya. (dam/atn/bun)

(rs/bram/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia