Senin, 17 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Pemkab Sukoharjo Larang Bangun Lapak Permanen Diatas Saluran Air

08 Oktober 2018, 16: 55: 59 WIB | editor : Perdana

DIBANGUN: Saluran di wilayah Langenharjo, Kecamatan Grogol, Sukoharjo. 

DIBANGUN: Saluran di wilayah Langenharjo, Kecamatan Grogol, Sukoharjo.  (RYANTONO P.S./RADAR SOLO)

SUKOHARJO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo mengingatkan agar pedagang tidak membangun lapak permanen diatas saluran air. Bila ada temuan akan dibongkar paksa. Sebab, saat ini tengah dilakukan pembangunan di beberapa saluran.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Sukoharjo Suraji mengatakan, pembangunan saluran air masih terus dilakukan sampai saat ini. Deadline proyek tersebut pada Desember mendatang. ”Kita imbau pedagang agar tidak mendirikan lapak permanen diatas saluran,” paparnya.

Larangan tersebut sebenarnya sudah diterapkan lama oleh Pemkab Sukoharjo. Namun dalam pelaksanaanya tetap saja masih ada temuan praktek pelanggaran di lapangan. Hal itu berdampak pada kondisi saluran air menjadi rusak.

”Dibeberapa lokasi memang kondisi saluran air dibiarkan terbuka dan pada titik ini dilarang mendirikan bangunan termasuk lapak pedagang. Sedangkan dibeberapa lokasi lainnya saluran air sengaja ditutup,” ujar Suraji.

Saluran air yang sengaja dibuka seperti di Jalan Solo - Wonogiri di wilayah Kelurahan Bulakrejo, Kecamatan Sukoharjo Kota. Selain itu, Jalan Suwarno Honggopati, Desa Langenharjo, Kecamatan Grogol. Dilokasi tersebut Pemkab Sukoharjo menerapkan aturan ketat tidak boleh mendirikan bangunan di atas saluran air.

Untuk saluran air yang dilakukan penutupan pada bagian atas seperti di Jalan Slamet Riyadi, Sukoharjo Kota. Penutupan dimaksudkan sebagai fasilitas tambahan masyarakat untuk berjalan karena Pemkab Sukoharjo membangunkan trotoar.

Untuk pengawasan nantinya akan melibatkan sejumlah pihak terkait seperti Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo. Apabila ada temuan pelanggaran maka petugas akan memberikan sanksi tegas salah satunya pembongkaran paksa lapak dagangan pedagang.

Camat Grogol Bagas Windaryatno mengatakan, sudah ada kesepakatan dan kesediaan dari pedagang di Jalan Suwarno Honggopati, Langenharjo, Grogol untuk tidak menggunakan saluran air sebagai tempat berdagang. Apabila ada temuan praktek pelanggaran maka pedagang siap mendapatkan sanksi berat dari petugas termasuk pembongkaran paksa lapak dagang. ”Pedagang sudah disediakan tempat sendiri menggunakan lahan disebelah saluran air. Kalaupun ada bangunan di atas saluran air itu hanya berupa bambu untuk menyeberang pembeli saja. Tidak boleh ada bangunan permanen. Kalau ada maka akan langsung dibongkar,” jelasnya. (yan)

(rs/yan/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia