Jumat, 19 Oct 2018
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Kambing Mata Satu Hanya Bertahan Hidup 12 Jam 

Senin, 08 Oct 2018 19:35 | editor : Perdana

AKHIRNYA MATI: Anak kambing bermata satu di Dusun Malangsari, Desa Pandeyan, Kecamatan Jatirono. 

AKHIRNYA MATI: Anak kambing bermata satu di Dusun Malangsari, Desa Pandeyan, Kecamatan Jatirono.  (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

WONOGIRI – Anak kambing yang lahir satu mata di Dusun Malangsari, Desa Pandeyan, Kecamatan Jatirono hanya bertahan selama 12 jam. Sebab, dia tidak bisa menyusu dan sulit bernafas. 

Kepala Dusun Malangsari Yanto mengatakan, kambing bermata satu tersebut milik warga sekitar bernama Purwanto. Kambingnya melahirkan dua ekor anak berjenis kelamin jantan. Satu ekor normal sementara satu ekor lagi bermata satu. ”Warga menyebutnya kambing “dajjal” karena matanya satu,” papar dia. 

Anak kambing bermata satu tersebut kesulitan bernafas lantaran tidak memiliki hidung. Selain itu, dia juga tidak bisa berdiri. Akibatnya sulit menyusu pada induknya dan tidak bisa hidup lama.

Sejak kambing itu dilahirkan, warga berbondong-bondong melihat kejadian unik tersebut. ”Sabtu sekitar pukul 11.00 siang lahir, habis itu banyak warga yang datang untuk melihat,” kata Purwanto kala ditemui dirumahnya, kemarin (7/10). 

Namun, karena tidak punya hidung dan tidak bisa berjalan anak kambing aneh itu mati Sabtu (6/10) sekitar pukul 23.00. Padahal, upaya memberi minum susu sudah dilakukan agar anak kambing tersebut tetap hidup. Menurut Purwanto, indukan kambing baru melahirkan satu kali sejak dibelinya saat Idul Adha lalu. Kehamilannya juga tidak menunjukan keanehan. 

Padahal, Purwanto sudah berencana untuk menjadikan kambing aneh itu sebagai tontonan warga. Kata dia, lumayan jika warga yang menonton dikenakan biaya parkir. ”Kalau hidup rencana mau dibikin tontonan gitu, lumayan hasil dari parkiran bisa untuk kegiatan para pemuda dusun,” pungkasnya. (kwl/yan)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia