Senin, 17 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Biro Umrah Waswas Aturan Biometrik Bagi Calon Jamaah

08 Oktober 2018, 20: 55: 59 WIB | editor : Perdana

Biro Umrah Waswas Aturan Biometrik Bagi Calon Jamaah

SOLO – Pemerintah Arab Saudi bakal menerapkan aturan baru terkait rekam biometerik atau pengecekan sidik jari, wajah, dan foto paspor serta visa bagi calon jamaah umrah. Wacana ini dinilai memberatkan biro umrah yang ada di daerah.

Ketua Persaudaraan Pengusaha Travel Umrah dan Haji Indonesia (Perpuhi) Surakarta, Her Suprabu mengaku sudah menerima informasi adanya aturan baru yang diterapkan pemerintah Arab Saudi terkait rekam biometrik bagi calon jamaah umrah tersebut.

“Namun sejauh ini informasi tersebut baru masih sebatas wacana dari pemerintah Arab Saudi. Belum ada petunjuk resmi  atau surat edaran dari PHU (Penyelenggara Haji dan Umrah) Kemenag (Kementerian Agama),” imbuh Suprabu.

Her Suprabu mengatakan, kalau nanti rekam biometrik benar-benar diterapkan tentu akan mempersulit biro umrah di daerah tingkat kabupaten/kota. Pasalnya, rekam biometerik hanya dipusatkan di tingkat provinsi. Sehingga jamaah umrah yang mendaftar di biro umrah kabupaten/kota harus membawa calon jamaah umrah ke provinsi untuk melakukan rekam biometrik.

“Proses pendaftaran umrah jadi panjang karena calon jamaah harus datang ke Kanwil Kemenag Provinsi Jateng untuk rekam biometrik. Dan kami menduga  akan ada antrean panjang rekam biometerik karena jumlah biro umrah di tingkat Jateng sangat banyak,” kata dia.

Untuk itu, biro umrah di eks Karesidenan Surakarta yang tergabung dalam Perpuhi, sampai kini masih menunggu kepastian sosialisasi kebijakan itu dari PHU Kemenag. Masalah lain adalah nantinya hanya ada satu vendor yang ditunjuk pemerintah Arab Saudi untuk melayani rekam bimeterik. Sementara jumlah anggota Perpuhi Karesidenan Surakarta sebanyak 55 biro umrah.

“Aturan itu masih simpang siur. Kami berharap aturan yang ada nanti semakin mempermudah dan memperlancar pelayanan para jamaah umrah bukan malah sebaliknya semakin mempersulit,” kata dia.

Sementara itu, Kasi Penyelengara Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Surakarta Rosyid Ali Safitri mengungkapkan, sejauh ini dari informasi yang diterimanya rekam biometrik akan diterapkan mulai 24 Oktober. Pihaknya juga  masih menunggu Ditjen PHU Kemenag terkait kebijakan itu. 

 “Kami akan langsung menyosialisasikan kebijakan baru itu pada semua biro umrah di Solo kalau sudah ada SE (surat edaran),” kata dia.

Ia menjelaskan, sebenarnya kebijakan biometerik sebelumnya  sukses diterapkan dalam pelaksanaan ibadah haji 2018. “Namun rekam biometrik dilakukan di masing-masing asrama haji. Sebenarnya dengan  biometrik di Tanah Air akan mempersingkat waktu pemeriksaan visa jemaah haji di Arab Saudi,” ujar Rosyid. (atn/bun)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia