Senin, 17 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Olahraga
Asian Para Games 2018

Cabor Bulutangkis Targetkan Empat Emas

08 Oktober 2018, 20: 40: 59 WIB | editor : Perdana

BERI SEMANGAT: Presiden Joko Widodo saat menyambangi pelatnas bulutangkis NPC di Hartono Trade Center Solo Baru, September lalu.

BERI SEMANGAT: Presiden Joko Widodo saat menyambangi pelatnas bulutangkis NPC di Hartono Trade Center Solo Baru, September lalu. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

JAKARTA – Asian Para Games 2018 di Jakarta akhirnya dimulai. Beberapa cabang olahraga mulai menggelar pertandingannya, dan para atlet didalamnya sudah mulai berjuang.

Di hari pertama ini Indonesia sukses mendulang satu emas, satu perak dan satu perunggu. Cabor bulutangkis berhasil mengibarkan bendera Indonesia di puncak tertinggi, Minggu siang (7/10/2018).

Tim beregu putra bulutangkis kelas Men’s Team Standing (SL3-SU5) sukses menyumbangkan medali emas pertama bagi Indonesia, setelah sukses menumbangkan perlawanan negara tetangga, Malaysia dengan skor tipis 2-1.

Andalan utama Indonesia, Fredy Setiawan berhasil menjadi pemain pertama yang menyumbangkan angka untuk Indonesia. Dirinya mengalahkan M. Norhilmie Mohd Zainudin dengan dua game langsung, 21-6 dan 21-12.

Di partai yang kedua, giliran ganda putra Hafizh Briliansyah/Hary Susanto yang bertanding. Sayangnya, mereka harus menyerah dari Cheah Liek Hou/Hairul Fozi Saaba 10-21 dan 17-21.

Partai terakhir, ternyata benar-benar dimaksimalkan tuan rumah. Tunggal putra Indonesia Deva Anrimusthi, jadi penentu emas pertama Indonesia.

Dirinya sukses menaklukkan Mohammad Faris Ahmad Fazri asal Malaysia, dua set langsung, yakni 21-6 dan 21-12

Pelatih Bulutangkis NPC, Nurrachman mengakui memasang target empat emas di ajang Asian Para Games.

”Bicara persaingan tentu Tiongkok, Jepang, Malaysia hingga Korea Selatan jadi pesaing terberat kita. Tapi dengan berbagai persiapan, kami yakin bisa memberikan yang terbaik di lapangan nanti,” terang Nurrachman.

Sementara itu satu perak di hari pertama berhasil diraih oleh atlet angkat berat asal Bali, yakni Ni Nengah Widiasih, sementara perunggu pertama Indonesia, disumbangkan oleh Indriani Syuci dari cabor renang. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia