Sabtu, 20 Oct 2018
radarsolo
icon featured
Boyolali

Bunuh Istri karena Ketahuan Selingkuh dengan Pemandu Karaoke

Senin, 08 Oct 2018 21:41 | editor : Fery Ardy Susanto

Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andhi (depan kiri) saat gelar perkara kasus pembunuhan ibu muda oleh suami sendiri, Senin (8/10). (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andhi (depan kiri) saat gelar perkara kasus pembunuhan ibu muda oleh suami sendiri, Senin (8/10). (TRI WIDODO/RADAR SOLO) (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

BOYOLALI - Gelap mata perselingkuhannya diketahui istri jadi alasan Handoko, 36, warga Dukuh Gumukrejo, Desa Kebongulo, Kecamatan Musuk, Boyolali tegas menghabisi nyawa Novi Septiani, 22. Tersangka naik pitam gara-gara istrinya menelepon wanita pemandu lagu berinisial Y di sebuah tempat hiburan di Kota Boyolali. Agar tak lagi berhubungan dengan suaminya. Namun sikap Novi ini justru berujung penganiayaan hingga meregang nyawa.

Kejadiannya, Minggu (30/9) malam sekitar pukul 22.00, Handoko pulang dari tempat hiburan malam dalam keadaan mabuk. Istrinya yang tahu langsung menghardik. Sempat terjadi cekcok antara keduanya. Disaksikan anak mereka yang masih berusia 5 tahun.

BACA: Terkuak! Ibu Muda di Boyolali Ternyata Tewas di Tangan Suami Sendiri

Usai cekcok, Handoko meletakkan HP di meja ruang tamu. Lalu masuk ke dalam kamar. Spontan Novi mengambil HP pedagang sapi tersebut. Menghubungi Y agar tak lagi menjalin hubungan khusus dengan suaminya.

Handoko yang semula berbaring di tempat tidur mendengar percakapan tersebut. Kalap, dia menghampiri Novi lalu mencekiknya. Belum cukup, kepala Novi dibenturkan ke dinding hingga ambruk ke lantai.

”Tersangka lalu masuk ke kamar dan tidur. Penganiayaan tersebut juga diketahui anak mereka yang baru berusia 5 tahun,” terang Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andhi kepada Jawa Pos Radar Solo

Senin (1/10) dini hari pukul 03.00, Handoko terbangun dan mendapati istrinya masih tergeletak di ruang tamu. Saat dibangunkan, Novi tak bergerak. Kakinya juga sudah dingin.

Handoko lalu pura-pura mencari pertolongan ke tetangga. Sambil mengarang cerita palsu agar tidak dituduh sebagai pembunuh. Esoknya, keluarga korban bersepakat menerima kematian tersebut. Jenazah Novi lantas dimandikan dan dimakamkan.

(rs/wid/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia