Sabtu, 20 Oct 2018
radarsolo
icon featured
Klaten

Ponggok Satu-satunya Desa JKN-KIS di Jateng-DI Jogjakarta

Selasa, 09 Oct 2018 10:59 | editor : Fery Ardy Susanto

Wisatawan menikmati keindahan Umul Ponggok di Desa Ponggok, Polanharjo, Klaten.

Wisatawan menikmati keindahan Umul Ponggok di Desa Ponggok, Polanharjo, Klaten. (ISTIMEWA)

BOYOLALI – Desa Ponggok Kabupaten Klaten menjadi satu-satunya desa dari Kedeputian Wilayah Jawa Tengah dan D.I Jogjakarta yang terpilih sebagai uji coba desa Jaminan Kesehatan NAsional (JKN). Bersama 19 desa lainnya di seluruh wilayah Indonesia. Desa Ponggok terpilih karena hampir memenuhi 4 aspek sebagai desa JKN.

Desa JKN merupakan terobosan BPJS Kesehatan untuk mempercepat universal health coverage (UHC) pada lingkup desa. Di mana penduduknya berperan aktif dalam upaya mandiri pelaksanaan 4 aspek. Yakni perluasan peserta, pengumpulan iuran, pelayanan kesehatan, dan pojok layanan peserta.

Upaya mandiri yang dimaksud yaitu segala upaya yang dilaksanakan oleh masyarakat desa secara sendiri (swadaya) atau bekerjasama dengan institusi/Lembaga lainnya dengan melaksanakan berbagai aktivitas dalam usahanya untuk memperoleh hasil atau dana yang akan digunakan sebagai sumber dana iuran JKN-KIS (swadana).

Desa Ponggok telah melakukan upaya mandiri tersebut. Membiayai warganya di bidang kesehatan untuk didaftarkan ke dalam program JKN melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tirta Mandiri yang mempunyai 10 unit usaha. Antara lain PT.Ponggok Ciblon, PT. Toko Desa dan Perkiosan, Unit Perikanan, dan masih banyak lagi.

Hariyatni, Kepala Bidang Perluasan Peserta dan Kepatuhan BPJS Cabang Boyolali menjelaskan, BUMDes Tirta Mandiri mulai membiayai kepesertaan JKN warganya sejak 2015 hingga saat ini.

“Waktu itu sistemnya masih per KK per VA (Virtual Account). Kemudian 2016 melalui program CSR Donasi. Desa Ponggok membiayai warganya dengan sistem CSR Donasi dari BUMDes Tirta Mandiri yang merupakan unit usaha dari desa Ponggok," jelas Ninik (sapaan akrab Hariyatni).

Ditemui di Kantor Desa Ponggok, Ninik melakukan koordinasi dengan Sugeng Raharjo, Kasi Kesejahteraan Rakyat dan Pelayanan Pemerintah Desa Ponggok. Agar desa Ponggok menjadi desa JKN yang ideal. Ninik menjelaskan bahwa dari 4 aspek desa JKN, desa Ponggok hanya kurang memenuhi aspek pelayanan kesehatan.

"Aspek perluasan peserta memenuhi. Pengumpulan iuran terpenuhi dengan sistem CSR Donasi Program JKN BUMDes Tirta Mandiri. Aspek pojok layanan peserta pun sudah memenuhi karena ada loket pembayaran iuran, pendaftaran peserta, maupun informasi dan pengaduan,” ujar Ninik.

Pemenuhan aspek layanan kesehatan akan lebih optimal apabila warga terdaftar pada faskes terdekat dengan hanya dikerucutkan 2-3 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Sehingga dari FKTP pun dapat dengan mudah memantau tingkat risiko sakit warga desa Ponggok.

(rs/wid/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia