Kamis, 18 Oct 2018
radarsolo
icon featured
Pendidikan

Dosen ISI: Penari Wajib Kuasai Teori dan Praktik

Selasa, 09 Oct 2018 14:35 | editor : Perdana

GEMULAI: Proses pembelajaran praktik tari di Pendapa Agung ISI Surakarta.

GEMULAI: Proses pembelajaran praktik tari di Pendapa Agung ISI Surakarta. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

SOLO – Mahasiswa seni tari dituntut menguasai beberapa hal dasar, diantaranya tentu saja perihat teori atau wacana. 

Mahasiswa seni tari wajib menyeimbangkan antara pengetahuan teoritis dengan praktik. Hal tersebut diungkapkan 

”Lulusan kami sekarang kesarjanaan, bukan kesenimanan. Otomatis kami dituntut bisa secara wacana, tidak hanya praktik. Jadi harus melalui artistik research,” terang Dosen Mata Kuliah Tari Surakarta Putri Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Hadawiyah Endah Utami kepada Jawa Pos Radar Solo.

Dirinya menambahkan seorang penari maupun koreografer harus melalui proses research sebelum menyimpulkan sebuah gerakan. Setelah itu baru mengaplikasikan hasil riset ke koreografi gerakan para penari 

”Karena itu seorang penari atau koreografer, kognitif dan psikomotoriknya harus berjalan bersamaan,” sambungnya.

Lanjut Hadawiyah, seorang penari dituntut mampu dan cakap. Mulai dari menguasai gerakan tari, kedisiplinan, mampu bekerjasama dengan rekan kerja, mampu berinteraksi dengan sesama kelompok penari, dan memiliki rasa toleransi yang tinggi. Tidak hanya itu, penari pun harus paham dengan teori tari. Kedua hal ini adalah modal menjadi penari yang mumpuni dan profesional. 

”Penari harus menguasai ketubuhan, tapi penari juga harus memiliki wawasan. Karena dengan wawasan, penari tahu ke depannya harus bagaimana, berkembangnya di dunia tari akan seperti apa. Itu membutuhkan wacana yang luas,” jelasnya.

Sebagai kesenian yang melekat erat pada budaya nusantara, eksistensi seni tari harus dijaga kelestariannya. Hadawiyah menekankan perlu andil dan peran para generasi muda. Pembelajaran praktik tari adalah salah satu upayanya. Sebanyak 40 mahasiswa semester tiga berlatih Tari Srimpen Manggolo Retno.

”Selain mengikuti proses pembelajaran, mahasiswa seni tari juga membuat kelompok- kelompok sebagai wadah untuk berekspresi. Kelompok ini berada di bawah naungan jurusan seni tari. Ketika akan mengadakan pementasan tari, kelompok ini biasanya bekerjasama dengan himpunan mahasiswa (hima) atau mata kuliah manajemen,” pungkas Hadawiyah. (mg8/mg9/aya/nik)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia