Minggu, 16 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Sragen

Sragen Bakal Manfaatkan Air Waduk Kedung Ombo 

09 Oktober 2018, 17: 00: 59 WIB | editor : Perdana

DAMPAK KEKERINGAN: Warga memanfaatkan air WKO untuk kebutuhan sehari-hari mereka, saat musim kemarau panjang.

DAMPAK KEKERINGAN: Warga memanfaatkan air WKO untuk kebutuhan sehari-hari mereka, saat musim kemarau panjang.

SRAGEN – Kabupaten Sragen jadi satu-satunya wilayah di sekitar Waduk Kedung Ombo (WKO) yang belum memanfaatkan air WKO sebagai salah satu sumber air bagi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Pasalnya di beberapa titik sumur dinilai masih mampu memenuhi kebutuhan pelanggan.

Direktur PDAM Tirto Negoro Sragen Supardi menyampaikan saat ini PDAM Kabupaten Boyolali dan Grobogan sudah memanfaatkan WKO sejak beberapa tahun lalu. Sedangkan Sragen memang belum memanfaatkan air WKO. Pihaknya menjelaskan untuk pemanfaatan WKO sementara hanya untuk mengkaver pelanggan Sumberlawang dan Gemolong.

”Boyolali wilayah Kemusu dan wilayah Grobogan kalau tak dari WKO ya darimana? Kalau kita khan sudah ada sumur-sumur yang ada potensinya seperti di Gemolong,”   

Pihaknya menjelaskan sekarang sudah ada sumur-sumur untuk kebutuhan air minum. Pemanfaatan WKO nantinya sebagai pengganti jika kondisi air tanah dalam menipis. ”Kalau air dangkal atau permukaan begitu hujan akan menampung,” jelasnya.    

Terkait proses pemanfaatan air WKO sudah ada penandatanganan Surat Ijin Pemanfaatan Air (SIPA) oleh kementerian PUPR. Namun untuk instalasi masih butuh pendanaan yang besar. Sedang administrasinya juga berdasarkan kebijakan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

Dia menyampaikan untuk membangun jaringan, diperkirakan mencapai Rp 46 miliar yang dibutuhkan dari APBN. Sedangkan pemanfaatannya diharapkan bisa terealisasi pada 2022-2023 mendatang. ”Di Miri belum ada sistem di sana. Yang bisa di Miri, ada pasar baru yang belum terlayani di sumur saat ini,” terangnya. (din/edy)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia