Sabtu, 20 Oct 2018
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Tahun Ini Sukoharjo Nihil Kasus Kebakaran Hutan

Selasa, 09 Oct 2018 20:10 | editor : Perdana

PERLU PENGAWASAN: Wilayah Sukoharjo bagian selatan kendati mampu menarik wisatawan juga dinilai rawan terjadinya kebakaran hutan. 

PERLU PENGAWASAN: Wilayah Sukoharjo bagian selatan kendati mampu menarik wisatawan juga dinilai rawan terjadinya kebakaran hutan.  (RYANTONO P.S.,/RADAR SOLO)

SUKOHARJO – Terhitung selama sepuluh bulan terakhir, belum ada kejadian kebakaran hutan di wilayah Sukoharjo. Meski begitu masyarakat tetap diminta untuk waspada. Terlebih, mereka yang berada di kawasan Sukoharjo selatan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto mengatakan, potensi kebakaran hutan di Sukoharjo saat musim kemarau ini tetap ada. Wilayah yang dianggap rawan kebakaran hutan di Sukoharjo bagian selatan. Karena di sana kondisi geografisnya berupa perbukitan. Selain itu, masih banyak terdapat hutan .

Di sisi lain, cuaca kemarau ini wilayah Sukoharjo selatan juga sangat kering. Karena itu, masyarakat diimbau agar berhati-hati. Khususnya mereka yang berada dekat wilayah hutan. ”Kita selalu pantau juga terkait kebakaran hutan. Namun sampai saat ini belum ada kejadian itu,” papar Sri Maryanto, kemarin.

Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat agar tak membakar sampah lalu ditinggal. Pengalaman, beberapa kejadian kebakaran lantaran ada warga yang membakar sampah lalu ditinggal. Selain itu, puntung rokok juga harus dipastikan benar-benar mati. Sebab, kondisi kering dapat memicu kebakaran hutan.

Terkait kasus kebakaran hutan wewenangnya masuk pada BPBD Sukoharjo. Sedang penanganan kebakaran permukiman menjadi wewenang Satpol PP Sukoharjo. Untuk wilayah Sukoharjo yang berpotensi kebakaran hutan yakni Kecamatan Tawangsari, Bulu, dan Weru. ”Yang ada bukit di sana dan hutan,” jelas Sri Maryanto.

Sementara itu, Wakil Komandan SAR Sukoharjo Muclis mengatakan, pihaknya juga memantau kondisi kekeringan tahun ini. Memang yang menjadi fokus adalah wilayah Kecamatan Tawangsari, Weru dan Bulu. Meski begitu dalam beberapa tahun terakhir ada wilayah baru yang ikut terkena dampak kekeringan, hingga menyebabkan warga kekurangan air bersih untuk konsumsi rumah tangga. Di antaranya di Kecamatan Nguter, Bendosari dan Polokarto.

Khusus Kecamatan Tawangsari, Weru dan Bulu selalu terdampak kekeringan setiap tahun saat musim kemarau datang. Penyebabnya karena karakteristik wilayah berupa perbukitan kering dan berbatu. Selain itu juga dipengaruhi suhu udara panas menyebabkan penguapan air semakin cepat. Saat musim kemarau warga mengandalkan mendapatkan air bersih dari sumur dan Pamsimas. Hanya saja saat kemarau debitnya terus berkurang dan tidak mampu memenuhi kebutuhan. (yan/edy)

(rs/yan/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia