Sabtu, 20 Oct 2018
radarsolo
icon featured
Klaten

Pembangunan Menara Masjid Al Aqsha Terkendala Pekerja

Selasa, 09 Oct 2018 21:05 | editor : Perdana

TERUS DIKEBUT: Sejumlah pekerja nampak menyelesaikan proses pembangunan menara di Masjid Agung Al Aqsha Klaten yang masih sekitar 42 persen, Senin (8/10). 

TERUS DIKEBUT: Sejumlah pekerja nampak menyelesaikan proses pembangunan menara di Masjid Agung Al Aqsha Klaten yang masih sekitar 42 persen, Senin (8/10).  (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

KLATEN – Pembangunan menara Masjid Agung Al Aqsha Klaten yang sempat mangkrak, kembali dilanjutkan tahun ini. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten menggelontorkan anggaran hingga Rp 3,9 miliar. Namun, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perwaskim) Klaten mencatat ada keterlambatan sekitar 8 persen dari target pembangunan.

”Ini  kontrak berakhir 23 November 2018. Kami minus 8 persen dari target 50 persen. Ini baru dapat 42 persen karena agak terlambat memulainya,” jelas Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Perwaskim Klaten, Juwito saat ditemui Jawa Pos Radar Solo seusai sidak dengan Bupati Klaten, Sri Mulyani, Senin (8/10).

Keterlambatan disebabkan karena mundurnya jadwal proses pembangunan. Apalagi saat ini sangat sulit mencari buruh bangunan yang bersedia meneruskan pengerjaannya. Tetapi Juwito optimistis menara masjid selesai sesuai deadline.

”Kami juga perlu menyiapkan bahan bangunannya terlebih dahulu. Tapi sedikit-sedikit pengerjaannya bakal selesai. Kalau sampai tidak selesai hingga tenggat waktu yang ditentukan, pihak kontraktor bakal kami denda,” tegasnya.

Bupati Klaten, Sri Mulyani saat sidak mengeluhkan penggunaan keramik di menara yang warnanya serupa dengan sisi dalam masjid. Dia ingin keramik yang dipakai berwarna cerah.

”Sudah mulai kelihatan cantik kok. Hanya saja untuk keramik sama dengan yang di masjid. Tapi kalau bagian luar menaranya kan nggak pakai keramik. Bisa palai cat sehingga ibu (bupati) bisa memilih warna apa?” urai Juwito.

Project Manager PT. Maharani Globalindo, Purnomo selaku kontraktor menyebutkan, pembangunan menara masih on the track. Hanya saja ada beberapa kendala memang dihadapi. ”Apa pun yang terjadi akan kami kebut. Tapi memang tingkat kesulitannya tinggi. Apalagi kami mengerjakan dari pembangunan sebelumnya,” bebernya.

Persoalan keramik yang digunakan, Purnomo menegaskan sudah sesuai dengan spesifikasi pada kesepakatan kontrak. Keramik memiliki tipe yang berbeda, tetapi sudah termasuk warnanya. Jadi tidak bisa memilih lagi.

”Kami bicara apa adanya ke ibu (bupati). Kalau warna ya soal menyangkut merek dan tipenya yang digunakan. Tapi kalau penggunaan cat pada menara masih bisa memilih,” ujarnya. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia