Senin, 17 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Kemarau, Sentra Produksi Karak Meningkat 

10 Oktober 2018, 07: 50: 59 WIB | editor : Perdana

CEPAT KERING: Pembuat karak di Desa Gadingan, Kecamatan Mojolaban menjemur karak kemarin (9/10).

CEPAT KERING: Pembuat karak di Desa Gadingan, Kecamatan Mojolaban menjemur karak kemarin (9/10). (RYANTONO P.S./RADAR SOLO)

SUKOHARJO – Perajin karak di Desa Gadingan, Kecamatan Mojolaban  diuntungkan dengan kondisi cuaca saat ini. Produksi mereka meningkat.

”Produksi karak menjadi lebih cepat, karena saat panas proses penjemuran bisa optimal,” ujar Camat Mojolaban Iwan Setiyono, Selasa (9/10).

Iwan pun ikut senang karena pertumbuhan ekonomi masyarakat ikut meningkat. Selama ini, Desa Gadingan terkenal sebagai sentra produksi karak yang pasarnya menembus sejumlah daerah. 

Salah seorang pembuat karak Sukarno mengatakan, saat musim kemarau, proses karak bisa selesai hanya dalam waktu sehari. Berbeda ketika musim penghujan yang membutukan penjemuran berhari-hari. 

“(Karak, Red) dijemur dari pagi sampai sore sudah kering. Kalau pas hujan, untuk penjemuran bisa dua atau tiga hari baru kering,” terangnya. 

Kenapa proses pengeringan tidak menggunakan alat? Sukarno menuturkan, itu guna menjaga citarasa karak khas Gadingan. 

Ditambahkannya, untuk sepuluh kilogram beras, dapat diolah menjadi sebanyak 1.300 buah karak. Beras yang digunakan juga pilihan. Resep pembuatan juga masih asli seperti dicontohkan nenek moyang. Sebab itu, hingga kini, karak dari Desa Gadingan banyak disukai. (yan/wa)

(rs/yan/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia