Minggu, 16 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Wonogiri
Guru Mogok Kerja

Kemendikbud Turun Tangan, Hari Ini Gelar Audiensi

10 Oktober 2018, 12: 26: 26 WIB | editor : Perdana

Kemendikbud Turun Tangan, Hari Ini Gelar Audiensi

WONOGIRI - AKSI mogok masal ribuan GTT/PTT di Wonogiri akhirnya didengar pemerintah pusat. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengutus lima pejabat setingkat direktur jenderal dan inspektorat jenderal (irjen) untuk datang ke Wonogiri. Agendanya adalah audiensi dengan para GTT/PTT.

Kepastian tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri Siswanto melalui sambungan telepon tadi malam (9/10). “Saya sempat dihubungi oleh Irjen Kemendikbud. Besok (hari ini) ada lima dari Kementerian dan irjen datang ke Wonogiri untuk beraudiensi. Kalau prospeknya positif ya berhenti (mogok). Kalau tidak ya saya tidak tahu,” kata Siswanto. 

Menurut Siswanto, surat dari Forum Pembela Honorer Indonesia (FPHI) GTT/PTT Wonogiri sudah diedarkan ke semua GTT/PTT. Hanya saja ini merupakan gerakan yang tanda petik masih koma.”Ya tergantung dari hasil audiensi besok (hari ini). Kita lihat saja bagaimana hasilnya,” ujarnya.

Menyikapi kedatangan pejabat Kemendikbud ini, rencananya para GTT/PTT akan kembali masuk mengajar dan bekerja hari ini. Koordinator Daerah GTT/PTT Wonogiri Sunthi mengaku sudah mengirimkan surat kepada seluruh GTT/PTT yang melakukan aksi mogok. 

“Besok (hari ini) semua GTT/PTT kami perintahkan untuk masuk mengajar dan bekerja lagi,” kata Sunthi, Selasa (9/10) malam.

Hal ini dilakukan untuk menghormati kedatangan pejabat dari Kemendikbud ke Wonogiri untuk audiensi dengan mereka. “Saya dipanggil disdikbud, katanya dirjen akan datang untuk audiensi dengan kami. Nah maksud kami itu, masuk mengajar untuk menghormati dirjen,” terang Sunthi.

Dalam audiensi hari ini, GTT/PTT akan tetap menyampaikan tiga tuntutan seperti tuntutan aksi mogok mengajar yang saat ini dilakukan. Harapannya, audiensi itu ada titik terang tentang nasib GTT/PTT.

“Kalau tidak ada titik terang, ya akan kami lanjutkan lagi (mogok mengajar) besok Senin (15/10) sesuai perintah dari FPHI (Forum Pembela Honorer Indonesia),” kata Sunthi. 

Baca juga: Tak Hanya Camat Dan Bidan, Kapolsek Juga Turun Tangan Mengajar Murid

Sunthi menegaskan bahwa hal ini membuktikan bahwa FPHI merupakan organisasi yang solid dan kompak.  “Kami membuktikan bahwa FPHI ini solid dan kompak. Disuruh tidak mengajar dan bekerja ya mau, diminta masuk dan bekerja lagi ya siap,” katanya. 

Sementara itu, Wakil Bupati Wonogiri Edi Santosa menyerukan para GTT/PTT untuk kembali mengajar. Sebab, keberadaan mereka sangat dibutuhkan oleh anak-anak. Di sisi lain Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Cabang Wonogiri mendesak kepada  Disdikbud Wonogiri untuk  segera mencari solusi agar hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak terpenuhi.

“Kami minta GTT/PTT untuk kembali mengajar dan bekerja mulai besok (hari ini), karena kasihan anak-anak dalam proses mengajar belajar,” kata Edi Santosa, Selasa (9/10).

Wabup juga meminta para GTT/PTT untuk bersabar. Pemkab akan berkomunikasi dengan pemerintah pusat. “Kami juga akan membantu bagaimana nanti paling tidak mereka bisa terfasilitasi dengan baik. Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat,” kata Edi. 

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Cabang Wonogiri Suprapto mendesak disdikbud untuk  segera mencari solusi agar hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

“Kami juga mengimbau dan menyeru kepada relawan agar dapat ikut mengajar di sekolah sesuai keahlian mereka. Sedangkan kepada para GTT dan PTT agar  segera menghentikan  aksinya,’’ pinta Suprapto. (kwl/bun)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia