Senin, 17 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Hadapi Harga Jual Ayam, Pinsar Usul Bentuk Dewan Perunggasan

10 Oktober 2018, 14: 29: 46 WIB | editor : Perdana

STABILITAS HARGA: Pembeli berjubel di lapak pedagang daging ayam di Pasar Gede Solo.

STABILITAS HARGA: Pembeli berjubel di lapak pedagang daging ayam di Pasar Gede Solo. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

SOLO – Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Pedagang mulai bernafas lega. Harga ayam dari peternak mulai naik. Pascakoordinasi dengan staf kepresidenan baru-baru ini. Pada kesempatan tersebut, juga diusulkan pembentukan Dewan Perunggasan. Mengantisipasi persoalan yang biasanya terjadi, khususnya lonjakan harga di pasaran.

Ketua Pinsar Jawa Tengah, Parjuni menjelaskan, pemerintah sudah menampung usulan mereka. Mengenai kenaikan harga ayam lepas kandang. Saat ini harga ayam lepas kandang cenderung normal. Di kisaran Rp 18-20 ribu per kg.

Harga ini juga sudah disepakati dengan perusahaan. Sedangkan harga day old chicken (DOC) juga sudah mengalami penurunan. Yakni di angka Rp 6 ribu per kg. ”Setelah kami bertemu dengan staf kepresidenan, hasil pertemuan dan dampaknya sudah terasa,” terang Parjuni kepada Jawa Pos Radar Solo, Selasa (9/10).

Pinsar juga mengusulkan pembentukan Dewan Perunggasan. Bertugas jadi penentu dan penyeimbang ketika nanti harga ayam tidak stabil. Karena ketika harga daging ayam naik, pedagang yang protes. Sedangkan ketika harga turun drastis, giliran peternak menjerit.

Keberadaan Dewan Perunggasan ini nantinya yang akan memberikan penyeimbang. Berkuasa menstabilkan harga saat terjadi gejolak di lapangan.

”Dengan adanya Dewan Perunggasan, keputusan juga akan merujuk pada dewan yang dibentuk tersebut. Penentuan harga nanti memperhatikan suplay and demand dari pasar. Dengan begitu gejolak harga di pasar pasti bisa diminimalkan,” tandas Parjuni. 

Pinsar juga masih menunggu permasalahan perubahan harga. Mengingat selama ini yang diwaspadai ketika harga sudah stabil, berpotensi berubah lagi. Selain itu juga menyoroti masalah pendistribusian.

Merujuk pada aturan Kementerian Pertanian (Kementan), distribusi dibagi rata antara peternak dan perusahaan. Sehingga nantinya masing-masing bisa sama 50 persen.

Sebelumnya, Pinsar menggelar aksi protes karena idealnya untuk harga per kg ayam hidup dari kandang dijual Rp 18 ribu. Namun kondisinya, harga ayam anjlok hingga Rp 13 ribu. Di sisi lain harga pakan dan bibit ayam naik.

Harga pakan sebelumnya Rp 600 per kg, sekarang naik jadi Rp 1.200. Sedangkan untuk harga bibit dari yang sebelumnya Rp 6.500 saat ini naik menjadi Rp 7 ribu per ekor. (vit/fer)

(rs/vit/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia