Sabtu, 20 Oct 2018
radarsolo
icon featured
Boyolali

Polres Boyolali Intesif Razia Miras

Rabu, 10 Oct 2018 18:15 | editor : Perdana

GIAT RUTIN: Polisi mengamankan beberapa botol minuman keras di wilayah Boyolali kota, Selasa (9/10).

GIAT RUTIN: Polisi mengamankan beberapa botol minuman keras di wilayah Boyolali kota, Selasa (9/10). (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

BOYOLALI – Kasus pembunuhan ibu muda yang dilakukan suaminya sendiri di Kecamatan Musuk, Boyolali berhasil diungkap, awal pekan ini. Ternyata pernyebabnya karena suami cekcok dengan istrinya usai pesta minuman keras (miras) di sebuah tempat hiburan malam di Boyolali Kota. Berawal dari kasus ini, jajaran Polres Boyolali pun mulai rutin menggelar giat razia.

Paling gres, digelar razia penyakit masyarakat (pekat) yang menyasar miras, Senin-Selasa (8-9/10). Hasilnya, tim gabungan Polres Boyolali berhasil mengamankan 17 dus miras.

Kasat Sabhara Polres Boyolali, AKP Edi Sukamto menjelaskan, sesuai instruksi Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andhi, giat razia pekat intensif digelar usai terkuaknya kasus tewasnya Novi Septiyani, 22, warga Desa Kebongulo, Kecamatan Musuk. Usai dianiaya suaminya sendiri, Handoko, 36.

Ada dua lokasi yang disisir petugas saat razia pekat. Yakni kawasan Ngebong dan seputar kios Pasar Sunggingan. Di dua tempat itu, didapati miras yang dijual. Hanya saja, saat ditanyakan izinnya, pemilik tak bisa menunjukkan. ”Akhirnya, miras-miras tersebut kami sita untuk dimusnahkan,” terang Edi kepada Jawa Pos Radar Solo, Selasa (9/10).

Dijelaskan Edi, razia dimaksudkan untuk menciptakan suasana kondusif di masyarakat. Sekaligus mendukung keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat). Pihaknya bakal menggelar razia secara berkesinambungan. ”Hanya saja, jadwalnya tidak disampaikan terlebih dahulu. Agar rencana razia tidak bocor,” paparnya.

Edi menambahkan, tak hanya miras saja yang jadi prioritas razia pekat ini. Perjudian dan prostitusi serta premanisme juga menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Seperti dilakukan belum lama ini di kawasan Terminal Bus Sunggingan dan kawasan lampu merah. ”Kegiatan ini juga melibatkan Satreskim dan Satnarkoba Polres Boyolali,” imbuhnya. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia