Sabtu, 20 Oct 2018
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Harga Cabai Merangkak Naik

Rabu, 10 Oct 2018 18:53 | editor : Perdana

MAHAL: Pedagang cabai dan bawang merah di Pasar Legi Solo.

MAHAL: Pedagang cabai dan bawang merah di Pasar Legi Solo. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO – Harga sejumlah komoditas pokok terpantau naik. Saat ini daging ayam dan cabai yang terindikasi mulai merangkak naik. Imbas dari berkurangnya panen dari petani.

Pedagang Pasar Legi, Kati Budiman, 45, mengaku harga cabai merah sudah mulai naik sejak sepekan terakhir. Sedangkan untuk cabai lain, mulai menyusul. ”Kalau komoditas cabai lainnya kenaikan mulai hari ini (kemarin),” bebernya kepada Jawa Pos Radar Solo, Selasa (9/10).

Harga cabai merah besar dari Rp 20 ribu per kg kini naik jadi Rp 30 ribu. Sedangkan cabai rawit merah dari Rp 17 ribu menjadi Rp 20 ribu per kg. Cabai rawit putih juga naik dari Rp 11 ribu jadi Rp 12 ribu per kg. ”Cabai hijau sebelumnya Rp 10 ribu sekarang Rp 14 ribu per kg,” imbuhnya.

Kati tidak tahu pasti apa pemicu kenaikan harga cabai ini. Namun dia memprediksi karena pasokan yang minim dari berbagai daerah. ”Karena di daerah tidak ada yang panen, pasokannya minim,” ujarnya.

Selain cabai, komoditas lainnya yang mengalami kenaikan yakni daging ayam ras. Pedagang Pasar Legi, Sakiyem, 50, mengaku kenaikan harga daging ayam sudah terasa sejak dua hari terakhir. Sebelumnya harga daging ayam Rp 32 ribu per kg. ”Sekarang naik menjadi Rp 34 per kg,” terangnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Surakarta, R. Bagus Rahmat Susanto menyebut beberapa komoditas memang mengalami kenaikan harga. Di antaranya bawang putih dan beberapa komoditas lainnya yang berasal dari impor. ”Harga tahu dan tempe ikut naik. Karena memang bahan bakunya kedelai yang masih diimpor,” jelasnya.

Sedangkan daging ayam harganya terkerek naik karena dari peternak mulai menstabilkan harga. Sebelumnya harga daging ayam lepas kandang mengalami penurunan drastis. 

”Namun setelah kami melakukan koordinasi dengan pemerintah, harganya kembali stabil. Kini harga ayam lepas kandang normal,” sebut Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Jawa Tengah, Parjuni. (vit/fer

(rs/vit/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia