Senin, 17 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Pasar Perbankan Solo Dinilai Potensial

10 Oktober 2018, 21: 05: 59 WIB | editor : Perdana

Pasar Perbankan Solo Dinilai Potensial

SOLO - Selama ini Kota Solo dianggap potensial untuk pertumbuhan perbankan. Baik kantor cabang (KC), kantor cabang pembantu (KCP) hingga kantor kas (KK). Namun untuk penempatan tiap kantornya, melihat kondisi di wilayah tersebut. 

Kepala Bagian Pengawasan Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Surakarta, Dinavia Tri Riandari menjelaskan, selama ini tiap perbankan punya pemetaan ketika melakukan pembukaan. Selain itu, Bank Indonesia (BI) juga punya data kelayakan bagi perbankan yang ingin melebarkan sayap bisnisnya.

”Baik itu membuka KC, KCP atau KK. Harus ada studi kelayakan terlebih dahulu,” kata Dinavia kepada Jawa Pos Radar Solo, Selasa (9/10).

Saat ini jumlah perbankan di Solo total mencapai 799 kantor. Terdiri dari 64 KC, 437 KCP, dan 247 KK. Sedangkan untuk kantor fungsional sebanyak 51 unit. Sedangkan perbankan syariah 13 KC, 30 KCP, dan 10 kantor kas.

Terkait bank konvensional, ada tiga indikator. Di antaranya aset, dana pihak ketiga, hingga kredit. Untuk Eks Karesidenan Surakarta, aset perbankan konvensional secara umum posisinya pada Agustus tumbuh 10,42 persen dari bulan sebelumnya. Angka ini lebih baik dibandingkan pertumbuhan di Jawa Tengah yang hanya 6,79 persen.

Sedangkan untuk dana pihak ketiga pada bank konvensional pada tahun ini tumbuh 12,01 persen. Padahal untuk Jawa Tengah hanya 8,73 persen. Sedangkan untuk kredit tumbuh 8,62 persen. Lebih rendah dari Jateng yang tumbuh 8,79 persen.

”Sedangkan untuk kondisi di Eks Karesidenan Surakarta, NPL atau angka kredit macet sebesar 2,03 persen. Kemudian untuk Jawa Tengah NPL sebesar 2,54 persen,” beber Dinavia.

Sementara itu Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Surakarta, Bandoe Widiarto menambahkan, respon perekonomian saat ini positif. Sebab kredit tumbuh sekitar 9 persen. Sedangkan NPL juga bisa ditekan. Posisinya hingga saat ini kurang dari 5 persen. ”Sehingga bisa dikatakan kondisi ekonomi saat ini menuju ke arah positif,” tandasnya. (vit/fer)

(rs/vit/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia