Minggu, 16 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Kemendikbud Datang, GTT/PTT Hatinya Luluh

11 Oktober 2018, 07: 00: 59 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Polii memabntu mengajar di sebuah SD saat GTT/PTT di Wonogiri mogok.

Polii memabntu mengajar di sebuah SD saat GTT/PTT di Wonogiri mogok. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

WONOGIRI - Aksi mogok mengajar dan bekerja GTT/PTT (guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap) di Wonogiri berakhir, Rabu (10/10). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) langsung turun tangan mendengarkan aspirasi mereka. Hasilnya, tiga tuntutan mereka akan dibawa ke mendikbud untuk dibahas.

Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kemendikbud Jawa Tengah Hermanto mengatakan bahwa Mendikbud Muhadjir Effendy telah menugaskan perwakilan dari Inspektur Jenderal (Irjen) dan Direktur Jenderal (Dirjen) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud untuk datang ke Wonogiri menemui para GTT/PTT. Hasil dari audiensi tertutup bersama GTT/PTT ini akan disampaikan ke Mendikbud.

“Kami tampung dan akan kami sampaikan kepada Mendikbud. Pemerintah pusat tidak tinggal diam,” kata Hermanto kepada Jawa Pos Radar Solo usia pertemuan di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wonogiri, Rabu (10/10). 

Meski demikian, dia mengingatkan bahwa memenuhi tiga tuntutan itu memerlukan proses. Pasalnya, pemerintah juga harus membahasnya bersama kementerian terkait dan parlemen. 

“Tidak bisa otomatis langsung jadi. Tapi perlu proses,” katanya.

BACA

Tiga tuntutan yang mereka suarakan kepada pemerintah pusat itu yakni, cabut Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 36 Tahun 2018 yang dinilai merugikan guru dan pegawai honorer berusia 35 tahun ke atas. Stop rekrutmen CPNS lewat jalur umum. Kemudian menuntut diangkat menjadi CPNS tanpa syarat memberatkan lewat tes tertulis.

Karena itu, kata Hermanto, perwakilan dari Kementerian yang datang belum bisa memastikan apakah tiga tuntutan itu bisa dikabulkan atau tidak. GTT/PTT diminta bersabar untuk menunggu keputusan dari pemerintah pusat.

Di tempat yang sama, Ketua Forum GTT/PTT Wonogiri Sunthi Sari mengatakan, GTT/PTT di Wonogiri memutuskan mengakhiri aksi mogok mengajar karena tuntutan mereka telah didengar oleh pemerintah pusat. 

“Hari ini (kemarin) sudah ada perhatian dari pemerintah pusat. Perwakilan Kemendikbud  sudah ke sini (Wonogiri). Karena itu, seluruh guru honorer di Wonogiri sudah masuk bekerja lagi,” katanya. 

Menurut dia, kedatangan beberapa pejabat Kemendikbud ke Wonogiri itu, menurutnya menjadi indikasi bahwa aspirasi mereka sudah didengar oleh pemerintah pusat. Meski demikian, pihaknya masih menunggu perkembangan situasi selama empat hari ke depan. 

“Mudah-mudahan tujuan kami tercapai. Kami menunggu empat hari dulu. Mungkin saja kami ikut aksi mogok mengajar secara nasional pada 15 Oktober mendatang. Tapi, bisa jadi kami tidak ikut mogok nasional, kalau aspirasi sudah direspons dengan baik,” ujarnya. 

Di sisi lain, Kepala Disdikbud Wonogiri Siswanto mengatakan, kondisi kegiatan belajar mengajar sudah mulai kembali berjalan normal. Sekolah-sekolah sudah aktif memberikan pelajaran meskipun belum sepenuhnya sempurna.

“Ya sudah berjalan kembali setelah GTT/PTT masuk mengajar dan bekerja lagi. Harapannya cukup hanya dua hari kemarin saja para GTT/PTT ini melakukan aksi tidak mengajar. Kemendikbud kan sudah turun langsung ke sini (Wonogiri),” kata Siswanto. (kwl/bun)

(rs/kwl/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia