Sabtu, 20 Oct 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Kebangetan! Jalur Sepeda Tergusur Parkir Liar

Kamis, 11 Oct 2018 08:15 | editor : Fery Ardy Susanto

Jalur pedestrian di kawasan Pasar Singosaren yang seharusnya untuk sepeda digunakan parkir liar, Rabu (10/10).

Jalur pedestrian di kawasan Pasar Singosaren yang seharusnya untuk sepeda digunakan parkir liar, Rabu (10/10). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO - Kesadaran berlalulintas warga Kota Solo masih butuh edukasi. Hal ini terlihat jelas dari banyaknya pelanggar parkir di kawasan larangan yang telah diperuntukkan khusus untuk pejalan kaki dan pesepeda.

Seperti di salah satu ruas jalan di sekitar Pasar Singosaren ini. Di lokasi ini, pengguna roda dua masih saja nekat memarkirkan sepeda motor mereka di tempat larangan parkir tersebut.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, rata-rata pelanggar pengendara roda dua. Berdalih kesulitan menemukan lokasi parkir roda dua setelah pedestrian di kawasan tersebut diperbaiki beberapa bulan lalu.

“Kalau mau ke toko susah cari parkir. Toh hanya sebentar,” keluh salah seorang pengguna sepeda motor roda dua, Lutfi, 24, kepada Jawa Pos Radar Solo, Rabu (10/10).

Usut punya usut, pembangunan pedestrian memangkas lahan parkir yang disediakan pertokoan tersebut. Meski masih ada ruang parkir yang disediakan toko-toko tersebut, ketersediaan ruang parkir tak cukup luas untuk menampung semua kendaraan pengunjung.

“Sebenarnya di depan toko bisa parkir. Tapi kan kadang penuh. Jadi sementara ya diparkir di pedestrian dulu,” jelas pengendara roda dua lainnya, Cahyono, 35.

Kondisi tersebut terkadang membuat pengendara roda dua dan jukir setempat bersitegang. Sebab, saat ada pelanggaran seperti itu jukir selalu mengingatkan. Namun selalu dibantah pelanggar. Imbasnya, saat sepeda motor itu digembok petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta, silang pendapat antara pengendara motor dan jukir tak terhindarkan.

“Kalau diingatkan malah banyak alasan. Nanti kalau sudah digembok yang disalahkan tukang parkir. Jadi ya saya biarkan sekalian,” terang Senin, jukir setempat.

Kasi Parkir Umum dan Parkir Khusus Dishub Surakarta, Henry Satya mengatakan, pelanggaran parkir saat ini mayoritas adalah parkir di lokasi larangan. Khusus di ruas Jalan Radjiman tersebut, pemerintah sudah mengantisipasi agar pedestrian tersebut bebas parkir dengan pemasangan portal pembatas bagi kendaraan. Sayangnya, kendaraan roda dua masih saja nekat.

“Sudah sering dirazia. Bahkan penindakan telah dilakukan dengan intensitas cukup tinggi. Tapi masih saja dilanggar. Alasannya pengendara roda dua kesulitan mencari lahan parkir di sekitar pertokoan,” jelas Henry.

 Meski demikian, pihaknya masih memberi dispensasi melihat fenomena di lokasi tersebut. Namun pihaknya tak akan kompromi jika ada kendaraan yang menghalangi lajur kuning khusus difabel.

“Kalau seperti itu akan kami gembok. Tapi dendanya masih terlalu minim. Di beberapa kasus para pelanggar ini tak merasa keberatan dengan denda yang dikenakan. Bahkan ada pelanggar yang menyatakan tak keberatan bayar Rp 100 ribu asal dapat parkir. Semoga usulan di perubahan raperda soal denda bisa segera direalisasikan,” harap Henry. (ves/bun)

(rs/ves/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia