Minggu, 16 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Memprihatinkan, Rumah Warga Ini Kena Hujan Tembok Bergoyang

11 Oktober 2018, 10: 31: 51 WIB | editor : Perdana

RAWAN AMBRUK: Rumah Sipun Hartono di Kelurahan/Kecamatan Jebres yang kondisinya memprihatinkan.

RAWAN AMBRUK: Rumah Sipun Hartono di Kelurahan/Kecamatan Jebres yang kondisinya memprihatinkan. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO – Rumah seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk ditinggali. Tapi, beda faktanya ketika melihat rumah milik Sipun Hartono, 68, warga RT 02 RW 28 Kampung Mondokan, Kelurahan/Kecamatan Jebres.

Rumah yang ditempati Sipun sejak 1961 ini mulai miring ke kiri. Salah satu sisi tembok terpaksa disangga bambu agar tidak ambruk. Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo sampai geleng-geleng kepala melihat kondisi tersebut.

“Ini sudah emergency, sudah berbahaya kalau terus ditempati. Perlu kita benahi bersama,” terangnya pada Karya Bakti Daerah (KBD) tahap IV/2018 kemarin (10/10). 

Sebab itu, Purnomo meminta panitia KBD bergotong royong memperbaiki sarana prasarana di lingkungan setempat, termasuk rumah Sipun.

Sementara itu, Sipun dan dua anaknya cukup lama memendam rasa waswas rumahnya sewaktu-waktu ambruk. “Kalau musim hujan dan angin, temboknya goyang-goyang,” katanya.

Retakan pada dinding rumah tersebut terjadi sejak lima tahun silam dan terus melebar. Itu akibat fondasi tanah tergerus aliran sungai setempat. Sipun berinisiatif menyangga tembok rumahnya menggunakan bambur.

Kenapa tidak segera diperbaiki? Sipun mengatakan tidak punya biaya. Untuk makan dan kebutuhan sehari-hari dia kesulitan mencukupinya. 

Sepuluh tahun lalu, rumah dengan cat yang mulai memudar tersebut pernah mendapatkan bantuan dari partai politik (parpol). “Untung ini mau diperbaiki lagi. Saya sangat bersyukur mendapat bantuan seperti ini. Jadi tidak takut rumahnya ambruk,” ujar mantan sopir truk lintas provinsi tersebut. (atn/wa)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia