Senin, 17 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Tahun Depan UMS Buka Prodi Sport Medicine

11 Oktober 2018, 13: 02: 31 WIB | editor : Perdana

LINCAH: Mahasiswa UMS memperlihatkan skill seni beladiri tapak suci, di event UMS Expoo.

LINCAH: Mahasiswa UMS memperlihatkan skill seni beladiri tapak suci, di event UMS Expoo.

SUKOHARJO – Gelaran Asian Games beberapa waktu lalu menginspirasi prodi Pendidikan Olahraga (POR) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) untuk membuka spesialisasi kedokteran olahraga (sport medicine). Rencana prodi ini akan segera diwujudkan tahun depan.

Jika berjalan lancar, POR FKIP UMS akan menjadi satu-satunya kampus yang memiliki spesialisasi sport medicine. Baik di Kota Bengawan maupun di Indonesia.

”Banyak tawaran kerjasama di bidang kesehatan olahraga ini. Di Solo, belum ada sports medicine center. Dengan rencana ini, dalam jangka dekat lulusan kami memiliki keahlian dan keterampilan sport medicine,” beber Kaprodi POR FKIP UMS, Nur Subekti kepada Jawa Pos Radar Solo usai peninjauan kurikulum di Gedung Induk Siti Walidah UMS, kemarin.

Subekti menambahkan dengan keahlian ini maka lulusan akan lebih mudah diarahkan dalam dunia kerja. Sebab spesialisasi sport medicine akan mempelajari mulai dari pijat, terapi, sampai recovery karena cidera, yang biasa terjadi dalam dunia olahraga.

”Untuk menginisasi hal tersebut, kami sedang menjalin kerjasama dengan Sports Medicine Center (SMC). Itu adalah sekolah khusus untuk keterampilan sport medicine. Jika ini dipelajari di kampus, maka mahasiswa akan dibekali dengan berbagai materi tentang proses penanganan cidera olahraga,” sambungnya.

Selain itu, banyaknya permintaan terhadap guru tapak suci di beberapa sekolah dasar, terutama Muhammadiyah juga menjadi sorotan Subekti selaku Kaprodi POR FKIP UMS. Untuk itu, pihaknya mewajibkan mata kuliah (makul) Tapak Suci bagi seluruh mahasiswa.

“Sehingga secara otomatis lulusan kami sudah sesuai dengan permintaan sekolah yang membutuhkan guru tapak suci. Fenomena yang terjadi, guru olahraga di manapun harus memiliki keterampilan bela diri. Dengan bekal itu, maka guru akan lebih disegani siswa sekaligus berperan membantu penertiban sekolah,” jelasnya.

Tak hanya itu, lanjut Subekti, banyaknya kebutuhan guru tapak suci di lingkungan sekolah muhammadiyah lantaran ekstrakurikuler (ekskul) Tapak Suci diwajibkan bagi semua siswa. Mulai dari tingkat SD, SMP, sampai SMA.

“Itu yang mendasari kami menerapkan kebijakan wajib makul Tapak Suci,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Dikdasmen Muhammadiyah Surakarta, Harjono menyarankan agar mahasiswa POR FKIP UMS juga dibekali kemampuan menghadapi siswa dengan ketunaan.

“Di Solo ada 17 sekolah luar biasa (SLB) dengan ketunaan berbagai macam. Kami mohon para calon guru olahraga ini diberi ilmu untuk menghadapi siswa tersebut. Setidaknya ada materi yang dipelajari menyangkut menghadapi siswa dengan berbagai ketunaan,” pungkasnya. (aya/nik)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia