Sabtu, 15 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Olahraga
Asian Para Games

Siswi SMAN 8 Surakarta Sumbang Emas untuk Indonesia

11 Oktober 2018, 14: 56: 50 WIB | editor : Perdana

Karisma Evi Tiarani usai memastikan mendapatkan medali emas di Asian Para Games 2018 di Jakarta,

Karisma Evi Tiarani usai memastikan mendapatkan medali emas di Asian Para Games 2018 di Jakarta, (Isa Bustomi/JawaPos.com)

JAKARTA – Siswi kelas 12 SMAN 8 Surakarta (Smadelta), Karisma Evi Tiarani berhasil mendulang emas untuk Indonesia di ajang Asian Para Games dari cabor atletik di Gelora Bung Karno, Jakarta kemarin (11/10).

Dirinya menjadi yang tercepat di nomor lari 100 meter kategori T42/T63. Evi berhasil mencatatkan waktu tercepat, 14,98 detik, unggul dua detik dari atlet Jepang Kaede Maekawa yang menorehkan catatan waktu 16,89 detik. Medali perunggu direbut pelari Jepang lainnya, yakni Tomomi Tozawa dengan 16,98 detik.

Ini jadimedali kedua baginya, setelah dirinya meraih medali perunggu dari nomor lompat jauh kategori T42-44/61-64. ”Target awal sebenarnya dua emas, tapi tetap hasil ini sudah alhamdulillah,” kata Evi usai pertandingan kepada Jawapos.com.

Dirinya mengaku cukup lega, dengan pencapaian yang diraihnya. Ini jadi pembalasan yang membahagiakan, dari padatnya jadwal latihan selama pelatnas yang digelar di Kota Solo sejak akhir tahun lalu. 

”Emas ini aku persembahkan untuk orang tua, pelatih dan tentunya teman-teman saya,” ungkapnya.

Kepala SMAN 8 Surakarta, EP Agustina mengapresiasi prestasi yang ditorehkan siswanya tersebut.

”Bangga sekali pastinya, anaknya memang berprestasi. Di sekolah dia juga santun dan ceria,” kata Agustina kepada Jawa Pos Radar Solo.

Dirinya mengaku belum menentukan hadiah yang akan diberikan kepada Evi atas prestasinya tersebut. Yang pasti Evi jadi salah satu ikon sekolah dengan prestasinya yang berhasil membanggakan Indonesia di mata dunia. 

Evi menyandang tunadaksa pada kakinya, namun dari kakinya pula dirinya bisa membuktikan bahkan keterbatasan tak bisa membendung sebuah prestasi. Evi berhasil memberikan emas untuk Indonesia dari cabang atletik. 

”Anaknya memang luar biasa. Dia selalu giat berlatih, Evi sangat dekat dengan orang tuanya. Tahun lalu bonus hadiahnya untuk memberangkatkan umrah kedua orang tuanya. Mungkin keberhasilan itu juga karena doa orang tuanya,” tandasnya.

Agustina mengaku sebelum berangkat bertanding di ajang Asian Para Games 2018, Evi sempat datang berpamitan dan memohon doa restu agar meraih kemenangan.

”Selama ini latihannya kan di Semarang, dipusatkan di sana. Sekolahnya dititipkan di salah satu sekolah di Semarang. Kalau ujian baru di SMAN 8. Nah, saat diambil pelatih, Evi pamit dan mohon doa restu ke saya. Alhamdulillah benar-benar membawa pulang medali emas,” ungkapnya. (isa/JPG/aya/nik)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia