Sabtu, 20 Oct 2018
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Cegah Debu, SDN 2 Pidekso Dipasang AC

Kamis, 11 Oct 2018 19:25 | editor : Perdana

TEPAT WAKTU DAN MUTU: Personel TP4D mengecek proses pembangunan gedung SDN Sendangsari, Batuwarno. 

TEPAT WAKTU DAN MUTU: Personel TP4D mengecek proses pembangunan gedung SDN Sendangsari, Batuwarno.  (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

WONOGIRI – Tiga bangunan SD negeri (SDN) pengganti gedung sekolah yang ditenggelamkan dalam proyek Waduk Pidekso di Desa Pidekso, Kecamatan Giriwoyo mulai dibangun. Paling lama, proyek senilai Rp 3 miliar tersebut rampung pertengahan Desember mendatang.

Tiga bangunan SD yang terdampak proyek Waduk Pidekso yakni SDN 2 Pidekso Kecamatan Giriwoyo; SDN 1 dan 2 Sendangsari, Kecamatan Batuwarno. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Siswanto melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar Suwanto mengatakan, sebelum pembangunan gedung sekolah dimulai, pemkab melakukan survei. Warga pun sepakat karena lokasi yang baru tidak jauh dari sekolah lama dan masih satu desa.

"Awalnya yang SDN 1 dan 2 Sendangsari mau kita gabung, tapi warga tidak setuju, karena nanti ada yang terlalu jauh jaraknya ke sekolah," katanya. 

Khusus untuk SDN 2 Pidekso, pihak pelaksana proyek pembangunan Waduk Pidekso akan memberikan fasilitas pendingin udara di setiap kelas. Sebab, selama pembangunan waduk, sekolah ini langsung terdampak.

"Bangunan yang lama dikasih AC. Semua pintu dan jendela tertutup rapat sehingga tidak begitu bising dan berdebu," jelas Suwanto.

Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Amir Akbar meminta pelaksana proyek pembangunan tiga gedung SD menyelesaikan tanggung jawabnya tepat waktu dan tepat mutu.

"Pelaksana proyek sudah langsung melaksanakan pekerjaan di awal kontrak. Material sudah tersedia, pekerjaan persiapan dan fondasi sudah dilaksanakan," ujarnya.

Untuk jumlah tenaga kerja, Amir menyebut sekitar 30 orang, dan akan bertambah ketika pembangunan fondasi rampung. (kwl/wa

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia