Sabtu, 20 Oct 2018
radarsolo
icon featured
Pendidikan

Cegah Pemalsuan Ijazah dengan Sistem PIN

Jumat, 12 Oct 2018 11:46 | editor : Perdana

PRAKTIK LAPANGAN: Mahasiswa belajar membatik di sela kegiatan perkuliahan.

PRAKTIK LAPANGAN: Mahasiswa belajar membatik di sela kegiatan perkuliahan. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO – Tuntutan dunia kerja semakin beragam. Selain skill, legalitas latar belakang pendidikan juga menjadi kriteria penilaian. Karena itu, Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta membekali calon lulusannya dengan penomeran ijazah nasional (PIN) yang bisa dicek autentifikasinya secara online. 

Wakil Rektor I Bidang Akademik UNISRI Rispantyo menuturkan, masih banyak perusahaan maupun instansi yang tetap meminta konfirmasi secara tertulis mengenai lulusan dari perguruan tinggi (PT).

“Dengan adanya sistem verifikasi ijazah online/elektronik (Sivil, Red), lulusan yang telah diberi penomeran ijazah nasional (PIN) sebenarnya  tak perlu lagi melegalisir ijazahnya. Instansi atau perusahaan cukup mengeceknya di Sivil,” terangnya kemarin (11/10).  

Pemberlakuan sistem PIN, lanjutnya, memudahkan penelusuran ijazah serta mempersempit ruang gerak pemalsuan ijazah. Selain itu, lulusan tidak perlu melakukan legalisasi lagi karena nomor ijazah sudah terdaftar secara online di Kemenristekdikti.

Meskipun telah memberlakukan sistem PIN, pihaknya tetap memberikan konfirmasi yang dibutuhkan oleh perusahaan terkait data mahasiswa secara tertulis.  Sebab selain banyak yang belum aware untuk mengecek keabsahan ijazah secara online, Sejak digelarnya pendaftaran seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS), Sivil sangat sulit diakses. 

“Kemungkinan server-nya overload. Karena itu, kami tetap memberikan konfirmasi terkait lulusan sesuai permintaan dari perusahaan,” ujarnya. (aya/wa)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia