Sabtu, 20 Oct 2018
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Tujuh Daerah Karanganyar Rawan Longsor

Jumat, 12 Oct 2018 12:10 | editor : Perdana

MEMBUAT RESAH: Satgas BPBD saat melakukan pengecekan terhadap rekahan tanah yang ada di salah satu rumah milik warga di Dusuk Kesongo, Gempolan, Kerjo.

MEMBUAT RESAH: Satgas BPBD saat melakukan pengecekan terhadap rekahan tanah yang ada di salah satu rumah milik warga di Dusuk Kesongo, Gempolan, Kerjo. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

KARANGANYAR – Sejumlah warga yang berada di Dusun Kesongo, Desa Gempolan, Kerjo, Karanganyar, ternyata terancam keselamatannya.

Hal tersebut lantaran diketahui rumah salah satu warga yang berada di Dusun Kesongo, yakni Sugimin, 56, diketahui muncul rekahan yang berpotensi terhadap adanya bencana alam longsor. Situasi ini mengintai sejumlah rumah yang berada di lokasi tersebut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar Bambang Djatmiko, melalui Sekretaris BPBD Hendro Prayitno mengungkapkan rekahan tanah yang muncul pada rumah Sugimin sudah terjadi sejak awal pekan lalu. Dimana dari pendataan sementara yang dilakukannya, rekahan muncul pada bagian bangunan di sisi dapur, yang  berukuran 10x3 meter, lalu kamar mandi ukuran 2x3 meter, dan kamar tidur berukuran 3x3 meter.

”Ada titik baru lagi di Dusun Kesongo, tepatnya di pemukiman rumah warga yang mengalami keretakan. Sebelumnya memang ada di dusun tersebut, akan tetapi kemarin itu di pekarangan warga, dan belum terdampak pada bangunan rumah,” kata Hendro.

Sebelumnya BPBD Kabupaten Karanganyar mencatat ada enam desa di Karanganyar yang dinilai rawan akan bencana longsor. Daerah tersebut adalah Desa Koripan di Kecamatan Matesih, Jatirejo lalu Puntukrejo di Kecamatan Ngargoyoso, kemudian Dayu di Kecamatan Gondangrejo hingga Menjing dan Balong di Kecamatan Jenawi.

Kini bertambah dengan apa yang terjadi di Desa Gempolan, otomatis BPBD mencatat ada tujuh desa yang diketahui rawan longsor. Ciri-cirinya adalah tanah yang ada di sekitar desa tersebut mengalami keretakan.

Ditanya terkait dengan proses penanganan yang akan dilakukan oleh BPBD, Hendro mengaku saat ini pihaknya masih mengupayaan untuk melakukan pemasangan Early Warning System (EWS), khususnya terhadap sejumlah lokasi yang diketahui mengalami rawan longsor.

”Sebelumnya sudah ada, akan tetapi karena rusak. Kemungkinan nanti akan kita usulkan untuk pemasangan EWS lagi,” pungkas Hendro. (rud/nik)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia