Minggu, 16 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Teror Sarang Tawon Raksasa Melanda Sukoharjo

12 Oktober 2018, 12: 50: 59 WIB | editor : Perdana

CUKUP BERBAHAYA: Petugas damkar Sukoharjo saat mengevakuasi sarang tawon di permukiman warga.

CUKUP BERBAHAYA: Petugas damkar Sukoharjo saat mengevakuasi sarang tawon di permukiman warga. (RYANTONO P.S/RADAR SOLO)

SUKOHARJO – Kasus teror sarang tawon di Kota Makmur cukup banyak. Pada periode Januari-Oktober 2018, petugas pemadam kebakaran (damkar) Sukoharjo telah mengevakuasi sebanyak 143 sarang tawon raksasa yang berukuran sebesar kepala orang dewasa.

Kepala Bidang (Kabid) Damkar Satpol PP Sukoharjo Margono mengatakan, permintaan pemusnahan sarang tawon hampir merata dan bertambah banyak. Warga tidak berani memusnahkannya sendiri karena khawatir disengat. “Wajar kalau takut karena sengatan tawon ini juga berbahaya,” terangnya.

Biasanya, sarang tawon tersebut ditemukan pada pohon, atap rumah, dan lokasi yang cukup tersembunyi lainnya. Ketika bertugas, anggota damkar mengenakan pakaian khusus dan tertutup. Untuk memusnahkan sarang tawon, ada yang disemprot menggunakan air maupun cairan khusus lainnya. Setelah tawon mati, sarang dimasukkan kantong plastik untuk dibuang.

“Ada rekan kita pas mau evakuasi sarang tawon di Nguter kena sengat dan harus dirawat di Rumah Sakit (RS) PKU Selogiri. Ini sudah menjadi risiko pekerjaan. Karena itu, paling penting safety first sesuai prosedur,” bebernya.

Sekadar informasi, pada awal 2018, serangan tawon di Dusun Puluhan, Desa Lawu, Kecamatan Nguter menyebabkan Mitro Yuwono, warga setempat meninggal dunia. 

Kapolsek Nguter AKP Didik Noertjahjo mengatakan, kejadian tersebut bermula pada Kamis (22/3) sore pukul 16.00, Mitro sedang mencari daun pisang di lokasi kejadian. Ketika sedang mengumpulkan daun tersebut, dia tidak sadar bila di lokasi itu ada sarang tawon. 

Sarang tawon tersebut berada di pohon belimbing setinggi 2 meter. Tiba-tiba saat dalam proses mengumpulkan daun pisang tersebut, ribuan tawon itu menyerangnya. Mitro sebenarnya sudah berusaha lari menghindari serangan tawon tersebut. Namun, karena jumlahnya mencapai ribuan, dia tetap tak berdaya. 

“Korban sempat minta tolong pada warga lainnya agar melepas bajunya untuk mengusir tawon-tawon itu,” terang Kapolsek mewakili Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi

Korban kemudian pulang ke rumah dengan keadaan sakit. Dia mengalami luka memar memerah pada bagian muka, leher, tangan, dan punggung. Dia mengaku badannya panas dan gemetar. Oleh keluarga Mitro dibawa ke bidan desa Yuli Rahayu. 

Setelah diperiksa dan diberi obat, Mitro kemudian dibawa pulang. Nahas, ternyata kondisinya tidak membaik, tapi malah semakin memburuk. Dia kemudian dinyatakan meninggal pada pukul 19.30. Kemarin pagi, jenazahnya dimakamkan di desa setempat. “Saat ini sarang tawon itu sudah dimusnahkan oleh pemadam kebakaran Sukoharjo,” papar dia. (yan/wa)

(rs/yan/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia