Minggu, 16 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Usai Santap Hidangan Pengajian, 28 Orang Keracunan

12 Oktober 2018, 12: 44: 02 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Larti, diduga korban keracunan masih dirawat inap di RS Amal Sehat Slogohimo, Boyolali, Jumat (12/10).

Larti, diduga korban keracunan masih dirawat inap di RS Amal Sehat Slogohimo, Boyolali, Jumat (12/10). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

WONOGIRI - Sekitar 28 orang diduga mengalami keracunan usai menyantap hidangan dalam sebuah acara pengajian di Desa Bulusari, Kecamatan Slogohimo, Wonogiri, Rabu (10/10) malam. Mayoritas korban masih dirawat di RS Amal Sehat Slogohimo. 

Kepala Puskesmas Slogohimo, Suwardi mengatakan, sekitar 28 orang dirawat di rumah sakit sejak Rabu (10/10) malam. Diduga kuat mereka mengalami keracunan usai menyantap hidangan di sebuah pengajian yang digelar TS, warga Bulusari, Kecamatan Slogohimo.

Saat ini pihak puskesmas sudah mengambil sample makanan untuk diuji laboratorium. Sebab-sebab keracunan masih belum bisa dipastikan.

"20 orang dirawat di RS Amal Sehat, 8 orang dirawat di Klinik dr. Jarot Slogohimo," kata Suwardi kepada Jawa Pos Radar Soo, Jumat (12/10)

Imawan Haris Nursalim, Humas RS Amal Sehat Slogohimo mengatakan, ada 13 pasien yang dirawat di RS Amal Sehat yang diduga keracunan. Rinciannya 9 orang menjalani rawat inap, sedangkan 4 lainnya rawat jalan.

"Mereka mulai masuk pada Rabu (10/10) malam sampai Kamis (11/10) siang. Keluhannya pusing dan panas menggigil," beber Imawan/

Larti, 40, warga Bulusari, Kecamatan Slogohimo mengaku hampir semua korban keracunan merupakan warga Bulusari. Dirinya mengaku sudah merasakan mual sebelum pengajian berlangsung.

"Saya makan nasi tiwul dan sayur tempe. Perut malah kruwel-kruwel. Saat pengajian malah tidak makan. Baru Kamis (11/10) siang masuk rumah sakit," katanya.

(rs/kwl/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia