Minggu, 16 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Klaten

Ratusan Pelajar Deklarasi Anti Narkoba

12 Oktober 2018, 14: 15: 59 WIB | editor : Perdana

DUKUNGAN: Pembubuhan penandatangan anti narkoba di Aula Unwidha Klaten, Kamis (11/10).

DUKUNGAN: Pembubuhan penandatangan anti narkoba di Aula Unwidha Klaten, Kamis (11/10). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

KLATEN – Jajaran Satuan Narkoba Polres Klaten terus mewanti-wanti pelajar di Kabupaten Klaten untuk menjauhi narkoba. Setelah tiga pelajar SMK dan seorang mahasiswa terciduk dalam operasi pemberantasan narkoba tahun ini. Mereka jadi pengguna dan pengedar pil trihex.

”Belum sampai ke narkoba, tetapi bisa menjadi pintu masuk. Awalnya mereka minum-minum, lalu coba-coba pil trihex. Ini tentunya menjadi keprihatinan bagi kita semua,” jelas Kasat Narkoba Polres Klaten, AKP Munawar kepada Jawa Pos Radar Solo usai Ceramah Gerakan Nasional Penanggulangan Narkoba di Aula Universitas Widya Dharma (Unwidha) Klaten, Kamis (11/10).

Sampai saat ini jajarannya sudah berhasil mengungkap 40 kasus dengan jumlah tersangkat 58 orang. Dari keseluruhan itu adalah tiga orang pelajar dan satu mahasiswa yang saat ini masih dalam tahap penyidikan. Dari hasil pemeriksaan, barang terlarang itu juga diedarkan pelajar maupun rekan sebayanya.

”Meskipun mereka mengakunya baru mengedarkan sekitar dua bulan, tetapi ya tetap kami proses. Yang mahasiswa proses hukum tetap jalan. Sementara untuk yang dibawah umur (pelajar SMK, red) kami prioritaskan,” urai Munawar.

Meski tersangka yang melibatkan pelajar ini masih dalam tahap penyalahgunaan pil, tetapi sudah membahayakan. Sebab obat-obat keras itu bisa menjadi awal mereka terjerumus ke dalam narkoba. Maka itu pihaknya meminta perlu adanya pembinaan secara berkala di setiap sekolah.

”Ya bisa saja dari pil mengarah ke narkoba. Maka selain penindakan, kami rutin masuk ke sekolah untuk penyuluhan. Ini penting, karena kami harus menyelaatkan generasi muda sebagai penerus bangsa,” papar Munawar.

Fakta menarik lainnya, dalam operasi antinarkoba selama 20 hari, Satnarkoba berhasil mengungkap 9 orang tersangka. Menempatkan Kabupaten Klaten pada urutan ketiga se-Jawa Tengah. Tetapi kualitas kasus masih kalah dengan sejumlah kota besar di Jawa Tengah.

Munawar memandang jika seluruh kecamatan di Klaten saat ini menjadi daerah rawan peredaran narkoba. Mengingat pengungkap kasus dan penangkapan tersangka sudah pernah dilakukan di seluruh kecamatan. Maka itu pihaknya seluruh pihak harus berperan dalam menekan narkoba khususnya di kalangan pelajar.

Sementara itu, Ceramah Gerakan Nasional Penanggulangan Narkoba yang diselenggarakan Ikatan Purna Karyawan Pendidikan dan Kebudayaan (IPPK)-Forum Masyarakat Anti Narkoba (Formas Annar) Klaten diikuti 300 peserta. Terdiri dari pelajar SMP, SMA/SMK, dan mahasiswa. Bertindak sebagai narasumber, Brigjen Pol Dr. Victor Pudjiadi dari Badan Narkotika Nasional (BNN).

”Anak muda zaman sekarang pergaulan itu sangat penting. Jadi gaul itu boleh, asalkan tanpa narkoba. Sosialisasi di kalangan anak muda perlu dilakukan dengan kemasan menarik. Agar anak muda lebih tertarik dan memperhatikan pesan yang disampaikan,” beber Victor. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia