Sabtu, 20 Oct 2018
radarsolo
icon featured
Sragen

Kades Saradan Jadi Tersangka Rekrutmen Perdes

Jumat, 12 Oct 2018 16:15 | editor : Perdana

Kades Saradan Jadi Tersangka Rekrutmen Perdes

SRAGEN – Kecurigaan adanya kecurangan terhadap rekrutmen perangkat desa (perdes) di Sragen akhirnya mulai terkuak. Seorang Kades telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. 

Sebelum menetapkan tersangka, polres sudah meminta keterangan 18 saksi. Bukan tidak mungkin kasus tindak pidana korupsi (tipikor) ini menyeret nama lain.

Berdasarkan informasi yang dihimpun koran ini, polisi menetapkan Kades Saradan, Kecamatan Karangmalang Anis Tri Waluyo sebagai tersangka dalam kasus rekrutmen perdes tersebut. Saat dimintai konfirmasi soal kasus itu, Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman membenarkan hal tersebut.

”Kemarin kami sudah gelar penetapan tersangka. Ada satu orang tersangka berinisial A (Anis Tri Waluyo). Yang bersangkutan adalah seorang kepala desa,” jelasnya.

Dia menyampaikan, kasus masih berjalan dan tersangka dijerat dengan Pasal 12 e dan Pasal 9 Undang-Undang (UU) No 31 Tahun 1999 yang diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. 

”Ancaman hukumannya 6 sampai 10 tahun. Barang buktinya berupa dokumen pengumuman, dokumen salinan, dokumen nilai dari LPPM. Kemudian juga dokumen dari tim panitia seleksi maupun ada beberapa kuitansi. Uang tunai sudah dikembalikan. Kuitansinya nilainya Rp 80 juta,” terangnya.

Dia menjelaskan, modusnya adalah penyelenggara negara yang secara melawan hukum memaksa orang untuk memberikan sesuatu. Perbuatan itu terdapat unsur pemaksaan. Sedangkan pasal 9 terdapat pemalsuan yang dilakukan penyelenggara negara. Delik tersebut di saat melaksanakan tugas dilakukan secara terus menerus. 

”Dari dua penerapan pasal itu mengakomodasi modus yang dilaksanakan terkait proses seleksi perangkat desa itu sendiri,” jelas Kapolres.

Kapolres mengatakan bahwa penyidik masih terus mengembangkan kasus ini bila ada kemungkinan keterlibatan pihak lain. Maupun kemungkinan ada modus lain terkait prosesi rekrutmen perangkat desa.

“Kami menerima beberapa laporan yang masuk. Jika merujuk dari laporan, tidak hanya satu yang menjadi korban,” ujarnya. 

Sementara tersangka sendiri belum ditahan.  Hingga kemarin sore, Anis Tri Waluyo tidak dapat dihubungi. (din/bun

(rs/din/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia