Sabtu, 17 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Klaten

DPU-PR Kebut Penyelesaian 21 Proyek

Sabtu, 13 Oct 2018 15:15 | editor : Perdana

PROSES PEMBANGUNAN: Proyek Jembatan Ngangkruk di Desa Sumberejo, Kecamatan Klaten Selatan.

PROSES PEMBANGUNAN: Proyek Jembatan Ngangkruk di Desa Sumberejo, Kecamatan Klaten Selatan. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

KLATEN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Klaten tahun ini memiliki 47 kegiatan pengerjaap proyek jalan dan jembatan. Hingga saat ini ada 26 kegiatan yang pengerjaannya sudah selesai 100 persen. Sedangkan 21 proyek lainnya masih terus dikejar untuk penyelesaiannya.

Kepala Bidang Bina Marga, DPU-PR Klaten, Suryanto mengatakan, secara fisik kegiatan di Bina Marga memang terus berjalan. Hingga menyisakan 26 paket pengerjaan itu. ”Seluruhnya on progress. Tetapi ada tiga kegiatan yang mengalami keterlambatan pengerjaan,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (12/10).

Secara detail Suryanto menjelaskan, pengerjaan proyek yang sudah selesai 100 persen meliputi Jembatan Mrisen, Jalan Nasional-Dengok, Jalan Desa Prawatan, Kecamatan Jogonalan-Desa Nangsri, Kecamatan Manisrenggo. Termasuk Jalan Nangsri-Tanjungsari dan Jalan Manisrenggo yang berbatasan dengan Jogja.

Ada pula pengerjaan Jalan Pasar Kembang-Dompol di Kecamatan Kemalang, Jalan Pasar Kembang-Mipitan, Kecamatan Karangnongko, dan Jalan Wonosari-Jaten di Kecamatan Juwiring. Begitu juga Jalan Jaten-Daleman di Kecamatan Wonosari, Jalan R.M. Said, Jalan Telukan-Trucuk, serta Jalan Gatak-Grojogan, Kecamatan Bayat.

”Sementara proyek yang mengalami keterlambatan karena lebih kepada proses administrasi saat pengadaan. Ada proyek Jembatan Nglinggi di Kecamatan Klaten Selatan, pengerjaan Jalan Ketitang-Serenan di Kecamatan Juwiring, serta Jalan Karangnongko-Jiwan di Kecamatan Karangnongko,” tandas Suryanto.

Pesentase keterlambatan sekitar 20-30 persen. Tetapi masih bisa dikejar untuk diselesaikan tepat waktu. Untuk pekerjaan jalan, bobot utama pekerjaannya pada betonisasi. Hanya membutuhkan waktu satu hingga dua minggu karena material dan alat berat sudah tersedia.

Sementara itu, salah satu proyek yang masih dalam tahap penyelesaian adalah Jembatan Ngangkruk di Desa Sumberejo di Kecamatan Klaten Selatan. Pengerjaannya sudah mencapai 90 persen. Saat ini pengecoran jembatan sudah selesai dilakukan. Tinggal pengaspalan dan finishing di beberapa bagian. ”Jembatannya sudah selesai 90 persen, tinggal membenahi pelebaran jalan saja,” urai Suryanto.

Akhir pekan ini, kontraktor masih mengerahkan alat berat untuk menyelesaikan pengerjaan. Mulai dari penggalian tanah di kedua sisinya, hingga pelebaran jalan. Sebelumnya lebar jalan hanya sekitar 4,5 meter saja. Nantinya akan diperlebar jadi 6 meter.

Membangun infrastruktur di Klaten khususnya jalan dan jembatan dipenuhi tantangan. Pasalnya, rata-rata jalan rusak karena dilintasi khususnya truk golongan C yang melebihi muatan. Hal ini membuat jalan yang seharusnya bukan untuk spefikasi truk golongan C menjadi lebih cepat rusak.

”Selain sisi pondasi yang kurang kuat, juga lebar jalan hanya 4 -5 meter saja. Sejumlah ruas jalan kami lakukan perlebaran maksimal hingga 1,5 meter. Tapi juga lihat kondisi di lapangan seperti apa,” ujarnya. (ren/fer

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia