Sabtu, 17 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Boyolali

APBD Boyolali 2019 sudah digedok, Defisit Anggaran Rp 61 M

Sabtu, 13 Oct 2018 21:05 | editor : Perdana

DIGEDOK: Sidang paripurna penetapan APBD 2019.

DIGEDOK: Sidang paripurna penetapan APBD 2019. (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

BOYOLALI – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Boyolali 2019 sudah digedok, Kamis (11/10). Dari sini, terlihat pendapatan daerah (PAD) di 2019 meningkat Rp 46 miliar dibandingkan APBD 2018. 

PAD pada APBD 2019 nanti sebesar Rp 2,236 triliun. Sedangkan untuk belanja daerah diestimasi mencapai Rp 2,297 triliun.

Wakil Bupati Boyolali, M. Said Hidayat mengatakan, PAD 2019 mendatang diestimasi sebesar Rp 331 miliar. Sementara untuk dana perimbangan bisa mencapai Rp 1,450 triliun,”Pendapatan lain-lain yang sah, ditarget bisa mencapai angka Rp 454 miliar lebih,” katanya kepada Jawa Pos Radar Solo.

Kemudian lanjut Said, untuk belanja daerah mencapai Rp 2,297 triliun. Meliputi belanja tak langsung sebesar Rp 1,332 triliun. Terdiri dari belanja pegawai sebesar Rp 922 miliar, belanja hibah sebesar Rp 40 miliar, dan belanja bantuan sosial sebesar Rp 13 miliar.

Belanja tak langsung ini mengalami penurunan Rp 2,8 miliar dibandingkan APBD 2018 lalu. ”Belanja pegawai hanya Rp 922 juta. Turun dibandingkan 2018 yang mencapai Rp 953 juta,” papar Said.

Kemudian alokasi belanja bagi hasil kepada pemerintah desa sebesar Rp 13 miliar dan belanja bantuan keuangan kepada pemerintah desa dan partai politik sebesar Rp 339 miliar. ”Dengan perbandingan antara pendapatan dan belanja, menimbulkan konsekuensi defisit anggaran sebesar Rp 61 miliar,” ungkap Said.

Meski begitu, struktur pembiayaan diproyeksikan dalam penerimaan pembiayaan daerah pada APBD 2019 diestimasi Rp 75 miliar. Angka tersebut terdiri dari prediksi SILPA tahun anggaran 2018 sebesar Rp 75 miliar dan penerimaan kembali pemberian pinjaman sebesar Rp 261 juta. Sedangkan pengeluaran pembiayaan daerah pada APBD 2019 juga diestimasi Rp 14 miliar.

”Secara akumulasi penerimaan dan pengeluaran pembiayaan daerah tersebut, maka diperoleh pembiayaan netto sebesar Rp 61 miliar. Sekaligus digunakan untuk menutup defisit,” tandas Said. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia