Sabtu, 17 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Features

Mengungkap Syarat Nyeleneh Terapi Keperkasaan

Pantang Seumur Hidup Makan Terong

Minggu, 14 Oct 2018 07:00 | editor : Perdana

Mengungkap Syarat Nyeleneh Terapi Keperkasaan

IKLAN yang terpampang di sejumlah perempatan ini cukup menyita perhatian karena posisinya berdekatan dengan traffic light. Bukan hanya orang dewasa, anak-anak pun bisa ikut membacanya. Padahal isinya tentang urusan ranjang. 

Kami kemudian melakukan menelusuran di alamat yang tertera dalam iklan tersebut. Tidak sulit untuk menemukan lokasinya di kawasan Kecamatan Banjarsari. Karena akses menuju tempat praktik tersebut juga dilengkapi papan nama pengobatan alternatif terapis alat vital.

Di lokasi, Jawa Pos Radar Solo ditemui seorang pria berinisial PJ. Dia mengaku sebagai terapis mengatakan hal tersebut mudah untuk ditangani. Bagi pasien baru  diminta mengisi formulir pendaftaran. Termasuk ukuran alat vital yang diinginkan dan membayar uang pendaftaran Rp 100 ribu.

“Lha kalau mas mau yang mana (ukuran alat vital, Red)? Sama jangan lupa nama bapaknya ditulis biar doa kepada pasien tidak salah sasaran,” kata PJ.

“Kalau cuma ramuan saja, nanti tidak maksimal 100 persen. Begitu juga sebaliknya. Kalau cuma doa tapi pasien tidak memakai ramuan, hasilnya juga cuma 50 persen,” tambahnya.

Kami kemudian menanyakan teknis perawatan yang dilakukan PJ kepada pasiennya. Sebelum menjawab lebih jauh, dia meminta biaya konsultasi senilai Rp 100 ribu.

Menurutnya, ada tiga jenis ramuan yang diberikan kepada pasien. Yakni oles, minum, dan makan. Untuk ramuan oles, bahan bakunya berasal dari binatang, sedangkan ramuan yang diminimum semuanya berbahan dasar dari tanaman. Karena mengaku rahasia dapur, PJ enggan menyebutkan jenis binatang dan tanaman bahan ramuannya.

Di sela-sela obrolan, PJ masuk ke dalam kamar. Tak lama, dia keluar membawa kayu berbentuk alat vital pria dengan ukuran bervariasi. “Tinggal mau yang mana,” kata dia.

Sebelum membuka praktik tersebut, PJ mengaku berguru kepada seseorang. “Tidak sembarangan juga mempelajari pijat ini. Karena kalau bukan keturunan langsung (sang guru, Red) tidak bisa. Tapi, karena saya kebetulan dekat sama cucunya, akhirnya saya diperbolehkan belajar,” ungkapnya.

Tahapan yang harus dilalui PJ cukup berat. Yakni berpuasa selama 33 hari ejak subuh hingga beduk magrib. Sisanya harus puasa tidak makan dan minum selama tujuh hari tujuh malam.

Berlanjut tirakat 140 hari yang terbagi dalam beberapa bagian. Tiga hari awal puasa siang dan malam, hari keempat hingga hari ke-133 puasa seperti biasa. Mendekati tujuh akhir tirakat kembali berpuasa siang malam.

Setelah proses tirakat rampung, barulah PJ mendapat ilmu teknik pijat yang diklaim bisa membesarkan alat vital. Bagaimana cara kerjanya? PJ enggan menjelaskan karena menurut pesan sang guru, teknik tersebut bukan untuk konsumsi publik.

Ternyata, praktik PJ ini cukup diminati. Buktinya, per pekan dia bisa melayani sekitar 12 pasien. Mayoritas berjenis kelamin pria dengan usia di atas 30 tahun. Sesi terapi hanya berlangsung satu kali dengan durasi 30 menit hingga satu jam. Selanjutnya, pasien dapat melakukan perawatan di rumah dengan bekal tiga macam ramuan dari PJ.

Tidak berhenti sampai di situ, PJ selalu mewanti-wanti pasiennya tidak mengonsumsi terong ungu, pisang mas, dan daun sirih. Pantangan itu berlaku seumur hidup. Jika pasien melanggar, maka sia-sialah perawatan yang dilakoni. (atn/wa)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia