Senin, 19 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Klaten

Warga Nikmati Pendapatan Umbul Susuhan

Senin, 15 Oct 2018 21:05 | editor : Perdana

HASIL NYATA: Pengunjung menikmati Umbul Susuhan di Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen.

HASIL NYATA: Pengunjung menikmati Umbul Susuhan di Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

KLATEN – Dampak pengelolaan objek wisata Umbul Susuhan di Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen mulai dirasakan warga sekitar. Terutama untuk kegiatan sosial. Mulai dari pembayaran premi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat, hingga rehab rumah tidak layak huni (RTLH). Mengingat pendapatan yang didapat dari umbul selalu meningkat tiap tahunnya.

Kepala Desa Manjungan, Bambang Pramana Dewa mengatakan, pendapatan desa dari pengelolaan Umbul Susuhan dulu hanya sekitar Rp 15 juta per tahun. Kini melonjak jadi Rp 900 juta pada akhir September lalu. Sementara pendapatan bersih, sebanyak 50 persennya jadi sumber pendapatan asli desa (PAD).

”Sisanya digunakan untuk biaya operasional, pengembangan umbul, serta sosial kemasyarakatan. Pendapatan bersih dari umbul kami gunakan membayar premi BPJS Kesehatan untuk 137 warga,” jelas Dewa kepada Jawa Pos Radar Solo, Minggu (14/10).

Pendapatan yang diperoleh juga disisihkan untuk pemberian 300 paket sembako kepada warga. Termasuk rencana rehab dua unit RTLH. Masing-masing dianggarkan Rp 10 juta. Plus lima unit jambanisasi dengan masing-masing Rp 2,5 juta.

Sebanyak 5 unit rumah juga mendapat bantuan sambungan listrik dari pendapatan umbul tersebut. Masing-masing akan dianggarkan Rp 2 juta per unitnya. ”Kami juga berencana memberikan bantuan kepada siswa miskin,” urai Dewa.

Sementara itu, Dewa menjelaskan tahun ini pendapatan objek wisata ditargetkan mampu memperoleh Rp 1 miliar. Ia optimis target tersebut dapat tercapai sehingga mampu membawa kesejahteraan bagi warganya. Untuk target di tahun mendatang pihaknya pun sudah ancang-ancang akan menaikan pendapatan dari saat ini.

TIket masuk Umbul Susuhan dibandrol Rp 8.000 per orang. Fasilitas yang dapat dinikmati yakni kolam renang berbagai ukuran. Plus kolam renang khusus perempuan.

”Total dana yang sudah dialokasikan dari dana desa untuk Umbul Susuhan Rp 1,8 miliar. Pada 2017 kami dapat dana bantuan keuangan khusus Rp 200 juta,” uajr Dewa.

Sumber mata air yang keluar memang dimanfaatkan sebagai tempat wisata tetapi juga digunakan sebagai sumber irigasi bagi petani di sekitarnya. Mengingat potensi debit air yang keluar juga cukup besar. Yakni 150 liter per detik. Terkait pengembangan umbul, direncakan penambahan wahana flying fox. ”Termasuk pengembangan kuliner yang nantinya akan menjadi pembeda dari objek wisata air lainnya,” tandasnya. (ren/fer

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia