Senin, 19 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Boyolali
Replika 7 Keajaiban Dunia

Menara Eiffel dan Liberty Dipasang di Bundaran Asrikanto

Selasa, 16 Oct 2018 19:05 | editor : Perdana

BERDIRI MEGAH: Proses pemasangan Menara Eiffel di Bundaran Asrikanto< jalur lingkar selatan menggunakan sebuah crane, Senin (15/10).

BERDIRI MEGAH: Proses pemasangan Menara Eiffel di Bundaran Asrikanto< jalur lingkar selatan menggunakan sebuah crane, Senin (15/10). (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

BOYOLALI – Pengerjaan replika seven wonders atau 7 keajaiban dunia di Boyolali menunjukkan progres menggembirakan. Senin (15/10), pekerja sudah memasang replika Menara Eiffel, Pisa, serta patung Liberty di Bundaran Asrikanto, Jalan Prof. Dr. Soeharso. Karena terbuat dari keramik dan berat, pemasangan melibatkan satu unit crane.

Pengerjaan replikasi diserahkan Nuanza Porcelain Indonesia. Direktur Nuanza Porcelain Indonesia, Roy Wibisono menjelaskan, pihaknya telah melakukan tahapan riset untuk memperoleh gambar secara detail. Ornamen dan skalanya juga dibikin sepresisi mungkin.

”Kami buat semirip mungkin dengan aslinya. Karena selama ini orang lebih banyak membuat patung dalam bentuk fiber atau tembaga. Tapi ini keramik yang pertama dan terbesar di Indonesia, bahkan dunia,” ungkap Roy kepada Jawa Pos Radar Solo.  

Patung Liberty warna hijau dibuat setinggi 6 meter. Menara Pisa 7 meter, dan Menara Eiffel 12 meter. Khusus Eiffel, material yang digunakan gabungan keramik dan besi. Kedua bahan tersebut dipadukan karena tidak bisa 100 persen keramik.

”Proses pembuatannya kami lakukan sedetail mungkin. Mulai dari skalanya, ketinggian, dan detail tiap inchi ornamennya. Saat ini memang sudah berdiri. Nanti akan kami sempurnakan dengan beberapa keramik lagi,” paparnya.

Kasi Penanggulangan, Pemulihan, Pencemaran Lingkungan Hidup (DLH) Boyolali, Martono menambahkan, selain Bundaran Asrikanto, 7 miniatur seven wonder diletakkan di Alun-Alun Lor Boyolali. Berupa miniatur Candi Borobudur, Taj Mahal, Spink, dan Piramida.

Pembangunan Taman Asrikanto merupakan bagian dari pengembangan ruang terbuka hijau (RTH). Pemkab berkewajiban mencapai persentase 30 persen RTH dari seluruh luasan wilayah. Taman ini menempati lahan sekitar 3.000 meter persegi.

Kawasan ini dilengkapi lintasan jogging, tempat duduk, dan taman yang akan menambah nilai estetika. ”Proses pengerjaan taman sudah sekitar 75 persen,” tandas Martono. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia