Sabtu, 17 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Harga Sayuran Terpantau Melonjak

Rabu, 17 Oct 2018 19:30 | editor : Perdana

MAHAL: Berbagai jenis sayuran tertata rapi di lapak milik pedagang Pasar Legi Solo, Selasa (16/10).

MAHAL: Berbagai jenis sayuran tertata rapi di lapak milik pedagang Pasar Legi Solo, Selasa (16/10). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

SOLO – Masa panen sayuran hampir berakhir. Tak pelak pasokan sayuran dari petani ke pedagang mulai berkurang. Imbasnya, harga sejumlah komoditas sayuran terpantau mengalami kenaikan harga.

Pedagang sayur Pasar Legi, Wiwid, 38, mengaku melonjaknya harga mulai terasa sejak sepekan terakhir. Karena banyak daerah yang sudah tidak panen.

”Seperti di Cepogo, Boyolali. Pasokannya sudah tidak sebanyak sebelumnya. Kalau sayur dari Tawangmangu (Karanganyar) pun juga harus diangin-anginkan dulu barangnya,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Solo, Selasa (16/10).

Sayur yang mengalami kenaikan yakni labu. Harga per kilogramnya menyentuh Rp 6 ribu. Padahal sebelumnya hanya Rp 2,5 ribu per kg. Sedangkan bunga kol harga sebelumnya hanya Rp 8 ribu per kg, saat ini naik jadi Rp 13 ribu per kg. Kol juga naik harganya dari Rp 4 ribu jadi Rp 9 ribu per kg.

”Tomat juga harganya naik dari Rp 3 ribu menjadi Rp 6 ribu per kg. Kalau wortel harganya masih stabil di angka Rp 13 ribu per kg,” bebernya.

Karena tingginya harga ini, akhirnya daya beli masyarakat juga berkurang. Sebab masyarakat yang biasanya membeli harus mengurangi pasokan. ”Biasanya cari sayur banyak untuk hajatan. Sekarang jadi berpikir ulang kalau belinya banyak-banyak,” ujar Wiwid.

Sri Rahayu, 44, pedagang sayur lainnya menyebut kenaikan harga juga dialami bawang merah dan bawang putih. Bawang putih dari awalnya Rp 20 ribu per kilogram, saat ini jadi Rp 22 ribu. Sedangkan bawang merah naik Rp 3 ribu dari angka sebelumnya Rp 12 ribu per kg. ”Kalau bawang putih kenaikannya dipicu rupiah yang melemah. Karena semua bawang putih impor,” terangnya.

Sementara itu Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Surakarta, R .Bagus Rahmat Susanto mengakui adanya kenaikan harga komoditas sayuran. Di antaranya bawang putih dan beberapa komoditas lainnya yang berasal dari impor.

”Tahu dan tempe juga ikut naik harganya karena bahan bakunya kedelai dari impor. Tapi kalau bawang merah pemicunya karena stok sedikit dari daerah-daerah penyangga,” tandasnya. (vit/fer)

(rs/vit/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia