Sabtu, 17 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Lagi, Saluran Air Di sukoharjo Berubah Merah

Jumat, 19 Oct 2018 14:37 | editor : Perdana

MERAH: Saluran drainase di Bulakrejo yang berubah warga

MERAH: Saluran drainase di Bulakrejo yang berubah warga (RYANTONO P.S./RADAR SOLO)

SUKOHARJO – Air di saluran drainase Kelurahan Bulakrejo yang menjadi merah membuat ramai netizen. Banyak yang menuduh air tersebut dari limbah pabrik. Namun, setelah dikroscek ternyata air tersebut buangan dari cat tembok bekas dalam drum air. 

Awal ramainya kejadian air saluran berwarna tersebut dari unggahan seorang netizen. Dia menggunggah dalam laman facebooknya tanpa memberikan keterangan yang lengkap. Akun tersebut hanya menyertakan tulisan. ”Ini realita yang tidak bisa dipungkiri. Ini Nyata terjadi di Kota Saya Bulakrejo, Sukoharjo,” terang akun tersebut. 

Ternyata setelah dilakukan kroscek air merah tersebut bukan berasal dari limbah pabrik. Namun, ada seorang pedagang kubah masjid dan drum air membuang kurasan cat ke saluran. Sementara, warna air merah tersebut sudah tiga hari tersebut. 

Pedagang Kubah Masjid dan Drum Air Maryanto, 40, warga Bulakrejo mengatakan, air saluran tersebut merah bukan lantaran limbah pabrik. Namun, pihaknya yang tiga hari terakhir ini membuat kurasan drum yang berisi cat berwarna merah ke saluran. Pihaknya mengaku baru pertama kali ini melakukan hal tersebut. 

Namun, lantaran saluran bulakrejo sedang diperbaiki aliran air menjadi tidak lancar jadinya menggenang. ”Iya saya yang nguras, beli drum dari pabrik saya cuci dan itu didalamnya ada cat jadi airnya merah,” papar dia. 

Kepala DLH Sukoharjo Joko Sutarto mengatakan, pihaknya memang belum mendapatkan informasi terkait hal tersebut. Namun, mendengar ceritanya kalau air berwarna merah tersebut harus dilihat dulu secara langsung. Apakah mencemari atau tidak. Sebab, ada jenis cat yang mencemari dan tidak. 

”Kita perlu melihat dahulu bagaimana kondisinya, tidak langsung memvonis orang atau pedagang itu melakukan pencemaran. Tapi untuk tegasnya kita harus edukasi masyarakat agar tidak sembarangan membuang bekas cat ke saluran,” papar dia. 

Sementara itu, menurut dia kejadian ini termasuk insidentil sebab pedagang yang bersangkutan tidak mengetahui terkait aturan tersebut. Dia mengatakan, orang tersebut nantinya diperingatkan agar tidak melakukan tindakan tersebut kembali. (yan)

(rs/yan/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia