Senin, 19 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Sragen

Operasi Kos-Kosan,  Pemandu Karaoke Ditangkap

Jumat, 19 Oct 2018 17:30 | editor : Perdana

BIKIN MALU: Beberapa pasangan yang diamankan pihak Satpol PP, usai pacaran di salah satu kos-kosan.

BIKIN MALU: Beberapa pasangan yang diamankan pihak Satpol PP, usai pacaran di salah satu kos-kosan. (AHMAD  KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

SRAGEN – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menggelar operasi yustisi di sejumlah rumah kos, Kamis (18/10) pagi. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sembilan rumah kos yang berada di kawasan Sragen Kota diperiksa Satpol PP. Dari jumlah tersebut 65 penghuni sudah memiliki KTP elektronik (e-KTP), 17 orang memiliki KTP, namun belum melakukan perekaman dan belum ber e-KTP. Selain itu lima orang juga diamankan karena tidak memiliki kartu identitas.

Penghuni kos di Sragen sebagian besar bekerja sebagai karyawan toko dan pemandu karaoke. Bagi yang terkena razia, diminta untuk segera membuat KTP di Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil), hari Senin (22/10) mendatang pihak Satpol PP akan kembali memanggil yang bersangkutan.

Kabid Penegakan Perda Satpol PP Sragen Agus Suyitno menyampaikan operasi yustisi memang menyasar KTP. Pihaknya menjelaskan lokasi yang disasaran adalah kos-kosan di sejumlah tempat, seperti di daerah Mojo Kulon, Mojo Etan, Cantel, depan Karaoke Tirta Kencana dan beberapa titik lainnya.

Dalam operasi kemarin, pihaknya juga menemukan dua pasang muda-muda yang tengah memamadu kasih di salah satu kos-kosan kawasan Mojo Etan. ”Bukan pasangan suami istri jadi kita amankan dua pasang yang lagi asik pacaran tersebut. Kita data, ternyata yang cewek tidak punya KTP. Mereka itu ternyata pemandu karaoke,” ujarnya.

Sementara itu Sekretaris Satpol PP Sragen Darmawan menyampaikan tujuan kegiatan ini agar masyarakat tertib terhadap undang-undang  yang sudah ditetapkan pemerintah. Yang mana setiap warga negara harus memiliki kartu identitas penduduk. (din/nik

(rs/din/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia