Senin, 19 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Kemenperin Fasilitasi Restrukturisasi Mesin Bagi IKM

Jumat, 19 Oct 2018 18:05 | editor : Perdana

Kemenperin Fasilitasi Restrukturisasi Mesin Bagi IKM

SOLO - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memfasilitasi program restrukturisasi mesin bagi pelaku industri kecil dan menengah (IKM). Melalui Direktorat Jenderal (Dirjen) Industri Kecil dan Menengah, kegiatan ini dilaksanakan untuk peningkatan dan pengembangan IKM. Hal ini diharapkan bisa menunjang produksi IKM dan bisa mampu bersaing dengan produk dari luar negeri.

Dirjen  IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih mengurai bahwa program ini merupakan fasilitasi potongan untuk pembelian mesin. Sehingga nantinya IKM yang telah membeli mesin baru bisa mendapat keringanan biaya. Sebab setelah mesin tersebut dibeli, nantinya sebagian akan diganti oleh Kemenperin. 

"Penggantian ini hanya berlaku untuk pembelian mesin batu, bukan mesin yang rekondisi. Untuk mesin dari dalam negeri akan diberikan penggantian 30 persen dari harga mesin, sedangkan untuk mesin luar negeri penggantiannya hanya 25 persen," ucapnya dalam Silaturahmi UMKM Nasional Indonesia di Syariah Hotel Solo Kamis (18/10).

Sebenarnya program ini sudah dimulai sejak 2009 lalu. Hanya saja pada tahun 2009 hingga 2012 masih menyasar sebatas industri tekstil saja. Namun setelah tahun 2012 program ini sudah bisa diakses seluruh industri secara umum. Untuk restrukturisasi ini ada batas maksimum bagi penggantian mesin. Untuk mesin dari dalam negeri batas harga maksimumnya Rp 900 juta, sedangkan untuk mesin dari luar negeri harga maksimumnya Rp 1 miliar.

Teknisnya, tiap IKM membeli mesin terlebih dahulu dengan biaya sendiri. Baru kemudian mengajukan proposal ke Dirjen Industri Kecil dan Menengah dan selanjutnya akan diverifikasi apakah mesin tersebut baru atau rekondisi. "Tentunya kami juga akan melihat apakah pajaknya sudah dibayarkan secara benar tidak. Kalau sudah sesuai baru kami sepakati," ucapnya.

Program ini pada tahun 2018 sudah menyalurkan restrukturisasi pada 120 IKM yang berasal dari berbagai komoditas. Rata-rata yang mengakses adalah komoditas pangan, barang dari kayu dan furniture. "Kalau tahun ini kami mengalokasikan dana sebesar Rp 6 miliar untuk kegiatan ini, dan sejauh ini sudah terserap hingga 80 persen," ujarnya.(vit)

(rs/vit/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia