Sabtu, 17 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Klaten

Gerebek Arena Judi, Polisi Ciduk Kepala Desa

Sabtu, 20 Oct 2018 12:55 | editor : Perdana

Foto: Kasat Reskrim Polres Klaten, AKP Didik Sulaiman

Foto: Kasat Reskrim Polres Klaten, AKP Didik Sulaiman

KLATEN - Arena perjudian jenis kartu domino di sebuah rumah warga di Desa Birit, Kecamatan Wedi digerebek polisi kemarin malam (19/10). Mirisnya, salah satu dari tiga pelaku judi itu adalah seorang kepala desa (Kades).

“Penangkapan ini bermula dari adanya laporan masyarakat yang resah dengan aktivitas perjudian. Polsek Wedi dan Satreskrim Polres Klaten kemudian menyelidiki ke lapangan dan ternyata benar,” jelas Kasat Reskrim Polres Klaten, AKP Didik Sulaiman, Jumat (19/10).

Akhirnya polisi berhasil menangkap tiga penjudi dan langsung digelandang ke Mapolsek Wedi untuk diperiksa. Dari hasil pemeriksaan itu, satu dari tiga pelaku itu berstatus sebagai kepala desa (Kades) aktif di desa setempat berinisial SDW. Ia ditangkap bersama dua rekannya yakni TG dan HD untuk mempertanggungjawabkan tindakannya. Dari tangan pelaku sendiri polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa satu set kartu domino serta uang tunai sekitar Rp 400 ribu.

“Untuk saat ini pelaku sudah kami amankan ke Mapolres Klaten. Kasus ini masih ditindaklanjuti oleh anggota Polsek Wedi. Tetapi kasus perjudian ini nantinya akan tetap lanjut ke proses hukum. Untuk kedua pelaku lainnya belum tahu berprofesi sebagai apa,” jelasnya.

Didik menjelaskan, atas penangkapan itu ketiga dianggap melanggar Pasal 303 KUHP tentang perjudian dan dikenai ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara. Sampai saat ini polisi masih mendalami kasus tersebut untuk mengetahui sudah berapa lama aktivitas itu berjalan.

“Untuk penyidikannya masih kita serahkan ke Polsek Wedi. Tetap selalu koordinasikan dengan kita ketika ada hambatan-hambatan. Sedangkan penahanan dilakukan di Polres Klaten karena masalah faktor keamanan di Mapolsek Wedi,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Wedi Kukuh Riyadi saat dikonfirmasi membenarkan terhadap penangkapan Kades Birit tersebut. Dirinya telah mengambil langkah dengan melaporkan kasus tersebut kepada Bupati Klaten karena kedepannya akan berkaitan dengan pelayanan.

“Karena masih dalam tahanan, maka pelayanannya akan menjadi merepotkan karena harus disampaikan ke tahanan sana. Seluruh administrasi penting ya harus tanda tangan Pak Kades. Soalnya belum ada ketetapan hukum sehingga kalau mau mengangkat Pelaksana Tugas (Plt) belum bisa,” jelas Kukuh.

Berkaca dari kejadian itu membuat pihaknya langsung mengimbau kepada seluruh kepala desa yang ada di Kecamatan Wedi untuk tidak meniru tindakan tersebut. Ia meminta para Kades di Wedi untuk menghindari perbuatan yang bisa menyeret ke ranah hukum. Himbauan itu tidak hanya berlaku bagi para Kades tetapi seluruh warga karena termasuk perbuatan menyimpang. (ren/bun)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia