Sabtu, 17 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Polisi Amankan Terduga Pembuang Bayi

Sabtu, 20 Oct 2018 16:15 | editor : Perdana

SUDAH MEMBUSUK: Aparat dan tim medis memeriksa mayat bayi yang ditemukan di ladang Desa Pulutan Kulon, Kecamatan Wuryantoro kemarin (19/10).  

SUDAH MEMBUSUK: Aparat dan tim medis memeriksa mayat bayi yang ditemukan di ladang Desa Pulutan Kulon, Kecamatan Wuryantoro kemarin (19/10).   (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

WONOGIRI – Sorot mata Parno, 52, warga Dusun Gunung Cilik, Desa Pulutan Kulon, Kecamatan Wuryantoro langsung tertuju gundukan tanah yang seperti baru digali. Di bawah gundukan tersebut terselip kain. Itulah yang membuat Parno curiga.

Khawatir disalahkan, Parno tidak berani membongkar sendiri gundukan itu. Dia memilih melaporkannya ke pemilik tanah, Warno, 30. Tak lama, keduanya kembali menuju gundukan tanah lalu membongkarnya. 

Spontan mata Parno dan Warno terbelalak. Mereka buru-buru menutup hidung karena tak kuat mencium bau busuk. Ternyata, gundukan tersebut berisi mayat bayi laki-laki yang dibungkus kain motif batik.

Sebelum kejadian, tidak ada gerak-gerik orang mencurigakan di sekitar lokasi. Parno pun mencari rumput di ladang Warno seperti biasanya, pada pukul 05.30. Namun, belum sempat mengayunkan sabitnya, dia melihat gundukan tanah mencurigakan.

Kapolres Wonogiri AKBP Robertho Pardede melalui Kasubag Humas AKP Hariyanto mengatakan, Parno curiga melihat ada timbunan tanah. Sebab, pada hari-hari sebelumnya, di lokasi yang sama tidak pernah ditemukan gundukan tanah. Apalagi di bawahnya terlihat ada kain.

"Saksi lalu menyampaikan kepada Warno bahwa diladangnya ada timbunan kain mencurigakan," kata Hariyanto, Jumat (19/10).

Keduanya lalu membongkar timbunan tanah yang ternyata berisi mayat bayi laki-laki. Kejadian tersebut segera dilaporkan ke Polsek Wuryantoro. Polisi yang menerima laporan segera mendatangi lokasi bersama anggota TNI dan tim medis puskesmas setempat.

Penyelidikan dilakukan dengan memeriksa sejumlah saksi. Kecurigaan polisi mengarah kepada dua orang yang saat ini masih diperiksa intensif. “Dugaan sementara kedua orang ini merupakan orang tua bayi malang itu. Mereka yakni AB, 26, laki-laki dan H, 24, perempuan. Keduanya warga Desa Karanglor, Kecamatan Manyaran," bebernya. 

Sebelumnya, pada April lalu, bayi perempuan ditemukan di Masjid Darul Khoir Dusun Demesan RT2 RW4 Kelurahan/Kecamatan Giriwoyo. Diperkirakan bayi dengan panjang 45 sentimeter  dan berat badan 2,3 kilogram tersebut dibuang sekitar satu jam setelah dilahirkan. Saat ditemukan, bayi dalam kondisi sehat namun ada luka goresan. 

Sisa darah masih menempel di beberapa bagian tubuh. Tali pusar telah dipotong, tapi dari bekasnya bukan dilakukan oleh petugas medis. (kwl/wa

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia