Senin, 19 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Pendidikan

Museum Goes to Campus UNS Tampilkan Kecanggihan Teknologi

Sabtu, 20 Oct 2018 15:51 | editor : Bayu Wicaksono

KALI KETIGA: Jumpa pers tentang Museum Goes to Campus kemarin (19/10).

KALI KETIGA: Jumpa pers tentang Museum Goes to Campus kemarin (19/10).

SOLO – Gelaran Museum Goes to Campus (MGtC) Universitas Sebelas Maret (UNS) memasuki tahun ketiga. Kali ini, MGtC tercatat menjadi salah satu kalender event pemkot. Berbeda dari kegiatan sebelumnya, MGtC tahun ini menampilkan keunggulan dalam IT sebagai hal baru. Beberapa museum bakal memamerkan koleksinya dalam bentuk augmented reality.

“Pengunjung cukup scan brosur yang disediakan oleh museum dengan aplikasi khusus bernama Siji, melalui gadget. Maka brosur tersebut akan menampilkan koleksi dalam bentuk citra visual atau audio. Sehingga koleksi bisa lebih berbicara karena ditampilkan lebih hidup,” beber inisiator MGtC Agus H.K. Supomo di Gedung Perpustakaan UNS kemarin.

Agus menyebutkan museum yang akan mengeksplorasi tampilan koleksi dengan augmented reality adalah Museum Bank Indonesia Jakarta, D’Topeng Kingdom Foundation yang membawahi lima museum dari Lamongan, Batu, Malang, Jogjakarta, dan Museum Perumusan Naskah Proklamasi Jakarta.

Wakil Dekan I Bidang Akademik Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNS Warto mengungkapkan, penyajian koleksi museum berbasis IT ini merupakan sebuah inovasi. Agar MGtC lebih maksimal dalam mengekspos museum di kalangan masyarakat.

“Khususnya generasi milenial yang sangat dekat dan familiar dengan IT. Sehingga konsep ini diharapkan bisa menarik minat mereka. Menghapus kesan museum yang identik dengan tempat kuno dan berdebu,” tuturnya.

Ditambahkannya, konsep berbasis IT ini bertujuan menyampaikan misi museum di kalangan generasi muda sebagai sumber informasi, alat edukasi, dan tempat untuk rekreasi. Sehingga museum wajib mengikuti arus perkembangan zaman.

Tahun ini, MGtC juga mengambil tema tentang aspek kebudayaan dengan perdagangan. Selama ini, sejarah selalu berbicara tentang elitis, politis, dan orang-orang besar. Jarang sekali membicarakan aspek di luar itu, seperti aktivitas ekonomi dan perdagangan. Padahal ekonomi dan perdagangan juga menjadi bagian penting dari sejarah.

“Museum menyimpan memori tentang itu. Untuk itu, kami coba angkat tema tentang perdagangan dan kebudayaan. Tujuannya mengedukasi ke masyarakat bahwa sejarah tidak hanya melulu tentang politik,” imbuh Suwarto.

MGtC 2018 akan digelar di Auditorium UNS, Selasa-Minggu (23-28/10) mendatang. Opening ceremony direncanakan dibuka oleh Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Sebanyak 30 museum dan delapan komunitas pecinta sejarah dari seluruh Indonesia ambil bagian dalam kegiatan ini.

“Jumlah ini meningkat dari gelaran MGtC dua tahun yang lalu. Selain itu, MGtC juga dimeriahkan oleh banyak kegiatan pendukung. Di antaranya seminar permuseuman dan seminar sejarah,” pungkas Ketua Panitia sekaligus Kaprodi Sejarah FIB UNS Tiwuk Sumahastuti. (aya/wa)

(rs/aya/bay/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia