Sabtu, 17 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Solo Hujan Cukup Lebat, BMKG: Ini Masih Pancaroba

Selasa, 23 Oct 2018 19:29 | editor : Perdana

Solo Hujan Cukup Lebat, BMKG: Ini Masih Pancaroba

Radarsolo.co.id - Kota Solo baru saja diguyur hujan lebat disertai angin ribut pada selasa (23/10) sore. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah menilai saat ini belum memasuki musim hujan yang sebenarnya.

Soal angin ribut yang menerjang Solo itu, ini penjelasan BMKG. Kepala Seksi (Kasi) Data BMKG Jateng, Iis Widya Harmoko mengatakan, datangnya musim hujan tidak langsung ditandai dengan hujan intensitas tinggi setiap harinya. Tapi diawali dengan masa transisi atau masyarakat lebih sering menyebutnya pancaroba.

"Jadi tidak langsung hujan deras selama berhari-hari, tapi biasanya hujan sebentar disertai angin kencang dan petir. Di masa pancaroba ini sering terjadi kondisi cuaca ekstrim," jelas Iis kepada Radar Solo.co.id

Dia menjelaskan, fenomena hujan singkat disertai angin dan petir merupakan dampak dari kedatangan angin monsun barat. Angin ini menandai datangnya musim hujan. BMKG menilai belum memasuki masa musim hujan yang sebenarnya.

"Masa transisi atau pancaroba diperkirakan akan berlangsung 1 sampai 1,5 bulan ke depan. Sementara masuk musim hujannya sekitar awal November sampai pertengahan November," imbuhnya.

Menurutnya, BMKG mempunyai tolok ukur dalam membedakan antara hujan masa pancaroba dan hujan musim penghujan.

"Jika curah hujan yang terukur dalam sepuluh hari lebih dari 50 ml dan diikuti 20 hari berikutnya, maka itu sudah menjadi tanda musim hujan. Kalau masih dibawah itu berarti masih masa transisi," terangnya.

Berdasarkan data yang terangkum BMKG Jateng, hujan terakhir kali turun di wilayah eks Karisidenan Surakarta sekitar 19 September. Untuk itu, dia menghimbau masyarakat untuk waspada di masa pancaroba seperti saat ini. (adi)

(rs/adi/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia